30 Agustus 2008

Mohon Maaf Lahir dan Batin

To All My Contact :

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Mungkin banyak khilaf yang datang dari mulut kami dan perbuatan kami.. Yang sengaja atau tidak sengaja menyinggung perasaan teman-teman..

Kali ini kami ingin meminta maaf pada teman-teman yang berada dimanapun, yang mengenal kami di dunia maya maupun secara langsung.

Kami Sekeluarga mengucapkan

Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.

Mudah-mudahan di Ramadhan ini, kita semua bisa membersihkan diri kembali, memperbanyak amalan dan mempertebal iman kepada Allah SWT.

Semoga amal ibadah kita diterima disisi Allah SWT.

Wassalam,

Keluarga Arie Irman (Arie, Meli dan baby inside my tummy)

19 Agustus 2008

Ben Je Turks?

" Ben je Turks? "

Pertanyaan diatas sering banget ditanyakan pada saya. " Apakah kamu orang Turki? "

Mungkin karena penampilan saya berjilbab, jadi orang-orang disini selalu menanyakan hal tersebut. Sudah dua kali ketika saya berjalan sendirian ke tempat bidan, saya dihampiri orang turki dan mereka menanyakan pertanyaan yg sama. Pertama kali sih masih sopan, yang nanya juga berjibab. Dia juga cuma nanya alamat yang saya tidak tahu sama sekali. Nah..yang kedua yang bikin annoying nih.. seorang pemuda turki, nanyain hal yg sama ke saya. Karena dia nanya dengan sopan, jadi saya respon dengan sopan pula. Tapi ujung-ujungnya malah dia curhat dan minta duit. Katanya dia sakit dan tak punya uang utk naik trein ke dokter. Dia butuh duit 3 euro saja. Padahal badannya sehat dan bugar. Dan setahu saya, meskipun orang2 disini tidak punya pekerjaan, mereka kan selalu dikasih tunjangan oleh pemerintah. Masa' duit 3 euro aja nggak punya sih.. Pikirku dalam hati. Tapi karena waktu itu aku cuma sendirian (nggak sama uda), takut juga kalo nggak dikasih nih.. akhirnya aku kasih aja 4 euro.. takut kalo ga dikasih, ntar dia ngamuk lagi.. Kan serem.. Malah aku lagi hamil, kalo kenapa2 kan bisa gawat ;p

Tega banget sih bikin ibu hamil ketakutan.. hiks..hiks..

Huh..kenapa sih di belanda masih ada aja orang yg minta-minta. Dan kadang nggak tahu kenapa, gw suka bingung ama kelakuan orang turki disini. Komunitas mereka bisa dibilang cukup besar. Kebanyakan dari mereka sudah menjadi warga negara belanda pula. Sebagian dari mereka banyak yang hidup cuma dari tunjangan pemerintah saja. Banyak juga sih yg punya perkerjaan tetap dan mempunyai kehidupan yg layak disini. Tapi sisanya jadi bikin citra mereka sendiri buruk di mata orang belanda asli. Kayanya kalo gw jadi mereka, mendingan gw balik ke negeri sendiri daripada hidup di negri orang hanya mengandalkan tunjangan pemerintah saja.

Ahh..ga tau lah.. mungkin banyak alasan mereka untuk hidup disini. Yang pasti, kesejahteraan mereka terjamin. Tapi kenapa coba, masih ada yg minta-minta? Nggak ngerti aku..

10 Agustus 2008

Hmmm...melahirkan dimana yah??

Pertanyaan itu makin lama makin mengusik pikiranku.. Terus terang sampai sekarang aku masih bingung kalau ditanya mau melahirkan dimana?

Sebenernya ada 3 option yang ada di kepalaku saat ini :

1. Melahirkan di rumah

Awalnya aku pengen banget melahirkan di rumah. Lho..kenapa di rumah? Kenapa bukan di rumah sakit?

Pertimbangannya banyak. Yang pertama rumah kami berada di lantai 3, trus ga ada lift pula. Jadi kalo melahirkan di rumah sakit, aku kan harus turun ke bawah tuh.. Kira-kira kuat ga ya kalo udah kontraksi gitu. Yang kedua, karena kami belum punya kendaraan dan belum punya SIM. Jadi kalo melahirkan tengah malem, gimana cara ke rumah sakitnya ya? Bisa sih telpon taksi, tapi aku ga yakin, taksinya bisa dateng cepet. Katanya sih paling lama setengah jam, taksi pasti dateng. Nah...masalahnya kalo ga dateng2 gimana dong? Selain itu emang bisa pinjem mobil temen sih.. Temen2 deket yg aku kenal yg punya mobil bukan orang indonesia pula. Masa' mo bangunin mereka tengah malem utk nganterin ke rumah sakit. Nggak enak kali yaa.. Temen2 indonesia disini yg aku kenal, ga ada yg punya mobil. Kalo ama org indonesia, aku bisa cuek aja bangunin mereka tengah malem utk nganterin ke rumah sakit. Masalahnya ga ada satupun org indo yg kukenal punya mobil.. Ada sih.. tapi udah pada pindah.. Chieko udah pindah, Tante Hadi dan Om Stein mobilnya udah dijual.. Hmmm...siapa lagi yah??

Pertimbanganku yang ketiga adalah : Kalo di rumah sakit, selama melahirkan normal dan semua kondisi baik, aku akan disuruh pulang 3 jam setelah melahirkan. Dan ke rumah sakitnya pun aku harus bawa kraampakket yang isinya semua peralatan yang dibutuhkan waktu melahirkan. Mulai dari kraam verband, alcohol, matras beschermer, kraam matras, dll.

Jadi bisa dibilang, sebenernya di rumah sakit itu cuma utk numpang ngelahirin doang.. Semuanya harus kita sendiri yg nyiapin.

Karena pertimbangan2 diatas, makanya dulu aku lebih milih melahirkan di rumah aja.

2. Melahirkan di rumah sakit.

Option yang satu ini bener2 direkomendasikan oleh mama (mertuaku) yang memang bidan. Kata beliau : " Meli.. di rumah sakit aja melahirkannya. Kalo terjadi apa2 gampang. Proses melahirkan itu unpredictable lho.. Kita ga bisa prediksi apa yg bakal terjadi. Kalau seandainya terjadi yang macam2 pada meli dan babynya nanti, gimana? Kalau di rumah sakit, pasti ada peralatan dan dokter yang jaga disana. "

Hmm..iya juga yah.. Meli mikirnya, kalo terjadi macam2 seperti pendarahan atau babynya terlalu kecil atau apa lah.. Kan harus langsung dibawa ke rumah sakit. Kalau di rumah, nggak ada peralatan seperti itu.

Jadi.. mulai sekarang meli harus mulai ancer2 cari kendaraan nih utk pergi ke rumah sakit.

3. Melahirkan di Zorg Hotel

Zorg Hotel ini tempatnya di Hengelo. Disini pasien yang melahirkan bisa nginep 3 - 7 hari. Selain itu bisa juga ditemenin olah keluarga. Tapi keluarga yang nginep harus bayar per malemnya. Zorg Hotel berada di Rumah Sakit besar di Hengelo. Kita bener2 nyewa satu kamar tidur olus kamar mandi dalem dan tv, dll. Kaya rumah sakit di indonesia ajah.. Disana peralatan dan dokternya pun ada 24 jam. Tapi masalahnya kendaraan lagi. Gimana kita mo kesana kalo melahirkan tengah malem?

Meli harus cari informasi yg banyak ttg registrasi ke Zorg Hotel ini. Soalnya baru nanya2 ke temen doang..

Tiap hari meli berdoa mudah-mudahan semuanya lancar ya Allah.. proses melahirkan nanti lancar dan ga ngerepotin banyak orang. Aku tuh orangnya suka nggak enakan.. Kalo ngerepotin orang, rasanya gimanaaa... gituh ;p

6 Agustus 2008

Dance With My Father

Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and then


Spin me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure
I was loved


If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love to dance with my father again


Ooh, ooh


When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me, yeah, yeah
Then finally make me do just what my mama said


Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me


If I could steal one final glance
One final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love to dance with my father
again


Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear her, mama cryin’ for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me


I know I’m prayin’ for much too much
But could You send back the only man she loved
I know You don’t do it usually
But Lord, she’s dyin’ to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream