18 Juli 2008

Rubella dan Ibu Hamil

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat telefon dari verloskundige (bidan) yang memeriksa kondisi saya selama hamil.

Percakapannya kurang lebih begini :

“ Goede middag, met vivre verloskundige”

“ I want to tell you about your blood test result. We’ve just got your result today. Everything is okay but you don’t have antibody for rubella. Do you know what it is? “

“I think it’s a virus”

“Yes, so..you have to be careful and keep stay away from children with red spots, especially within 20 weeks of your pregnancy. You have to extra careful with that.. It’s really dangerous.”

“Okay.. thank you for calling me”

Setelah telefon saya tutup, langsung saja saya googling tentang virus rubella ini.

Dan hasilnya sangat membuat saya kaget.. Ternyata virus yang mengakibatkan penyakit campak ini sangat berbahaya bagi ibu hamil. Yaahh..memang saya tahu dari dulu ini berbahaya bagi ibu hamil, tapi saya tidak tahu persis akibatnya. Setelah saya baca, ternyata ibu hamil yang terinfeksi rubella dalam trimester pertama akan melahirkan baby yang mengidap Congenital Rubella Syndrome (CRS). CRS ini akibatnya beragam. Baby bisa lahir dalam keadaan prematur, kekurangan berat badan, anemia dan hepatitis. Bahkan jika baby bisa survive dari infeksi itu, nantinya baby akan mengalami kebutaan, bisu atau cacat anggota tubuh lainnya.

Info lengkapnya bisa dibaca disini : http://en.wikipedia.org/wiki/Rubella

Setelah membaca keterangan detailnya, saya sangat berterimakasih pada bidan yang menelfon saya tadi. Dia langsung menelfon ke handphone saya untuk memberitahukan hal ini. Saya terharu… karena ini kehamilan pertama saya. Saya butuh banyak informasi tentang kehamilan. Dan karena saya tak punya keluarga disini, jadi merekalah yang saya harapkan bisa memberi informasi pada saya. Terimakasih atas perhatian dan nasehatnya para bidanku.

Tidak ada komentar: