31 Juli 2008

I feel my baby moves

Minggu ini ternyata udah masuk minggu kehamilanku yang ke 20. Nggak terasa ya. Baby udah mulai bergerak-gerak. Tapi masih lembut banget gerakannya. Awalnya meli kira itu gerakan apa. Abis kerasanya cuma kaya bubble gituh.. Trus jarang banget.. Eh..lama-lama kok tambah sering dan kerasa banget gerakannya. Ini kayanya gerakan si baby deh..

Babynya suka bergerak kalo meli lagi dengerin musik. Tadi pagi waktu meli lagi dengerin musik indo, baby bergerak-gerak lagi, frekuensinya bertambah. Hihihi..lucu deh. Kayanya baby bakal suka musik nih. Tapi kenapa sukanya musik indo.. Tau ya kalo mama lagi kangen indo. Atau baby ntar bakal suka nari juga kalo dengerin musik

Lagu yang meli denger tadi adalah salah satu lagu dari Saras Dewi yang judulnya Lembayung Bali. Ternyata liriknya bagus

Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
Mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan semangatmu itu
Oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh mimpi

Andai ada satu cara
Tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali

18 Juli 2008

Rubella dan Ibu Hamil

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat telefon dari verloskundige (bidan) yang memeriksa kondisi saya selama hamil.

Percakapannya kurang lebih begini :

“ Goede middag, met vivre verloskundige”

“ I want to tell you about your blood test result. We’ve just got your result today. Everything is okay but you don’t have antibody for rubella. Do you know what it is? “

“I think it’s a virus”

“Yes, so..you have to be careful and keep stay away from children with red spots, especially within 20 weeks of your pregnancy. You have to extra careful with that.. It’s really dangerous.”

“Okay.. thank you for calling me”

Setelah telefon saya tutup, langsung saja saya googling tentang virus rubella ini.

Dan hasilnya sangat membuat saya kaget.. Ternyata virus yang mengakibatkan penyakit campak ini sangat berbahaya bagi ibu hamil. Yaahh..memang saya tahu dari dulu ini berbahaya bagi ibu hamil, tapi saya tidak tahu persis akibatnya. Setelah saya baca, ternyata ibu hamil yang terinfeksi rubella dalam trimester pertama akan melahirkan baby yang mengidap Congenital Rubella Syndrome (CRS). CRS ini akibatnya beragam. Baby bisa lahir dalam keadaan prematur, kekurangan berat badan, anemia dan hepatitis. Bahkan jika baby bisa survive dari infeksi itu, nantinya baby akan mengalami kebutaan, bisu atau cacat anggota tubuh lainnya.

Info lengkapnya bisa dibaca disini : http://en.wikipedia.org/wiki/Rubella

Setelah membaca keterangan detailnya, saya sangat berterimakasih pada bidan yang menelfon saya tadi. Dia langsung menelfon ke handphone saya untuk memberitahukan hal ini. Saya terharu… karena ini kehamilan pertama saya. Saya butuh banyak informasi tentang kehamilan. Dan karena saya tak punya keluarga disini, jadi merekalah yang saya harapkan bisa memberi informasi pada saya. Terimakasih atas perhatian dan nasehatnya para bidanku.

Setahun Kemarin

Sudah genap satu tahun saya berada di Enschede.. Yippie.. Ada perasaan special hari ini.. Perasaan ingin sejenak mengenang apa yang telah saya lakukan setahun lalu dan selama berada disini. Adakah perubahan special dalam diriku? Ciee... uhuy..

Hari ini.. setahun yang lalu, adalah hari yang tak bisa saya lupakan. Pertama kalinya pergi jauh seorang diri untuk hidup bersama sosok yang sangat saya cintai.

Saya sedang berada di Kuala Lumpur International Airport untuk transit ke pesawat selanjutnya dengan airlines yang sama. Waktu yang saya punya hanya setengah jam. Jadi kebayang dong, bagaimana saya harus berlari-lari mencari gate selanjutnya yang berada di terminal lain. Dengan gaya ala backpacker, saya berlari-lari di dalam bangunan yang megah itu. Di kala berlari, saya sempat mengagumi kemegahan airport ini. hihihi..kampring banget ya. Di dalam pesawatpun, saya sempat terkagum-kagum dengan layar kecil yang berada tepat di depan mata saya. Saya langsung mengutak utiknya dan menggunakan seluruh fasilitas yang ada di dalamnya. Mulai dari musik, film sampai keterangan tentang keberadaan pesawat. Selama 12 jam perjalanan, hanya 2-3 jam saja saya tertidur. Selebihnya saya gunakan untuk melihat ke arah jendela. Untungnya seat saya yang deket window. Jadi, saya benar-benar menikmati gradasi warna langit, dari gelap menjadi pink dan biru. Cantik banget deh..

Sesampainya di Schipol, sosok yang saya cintai telah setia menunggu dari malam harinya. Tak bisa saya lukiskan dengan kata-kata bagaimana perasaan saya saat itu. Rasa syukur yang mendalam, rasa bahagia, lega dan tenang.

Nah..lantas apa saja yang saya lakukan menghabiskan waktu satu tahun disini. Apa perubahan yang saya rasakan ya?? Hmm..(sambil pikir-pikir)

1. Saya bisa mengerti sedikit bahasa belanda

Disini saya tidak bekerja. Visa yang saya peroleh tak memberi izin kerja dan saya juga belum menguasai bahasa disini. Jadi..bekerja, memang saya hapus dari target saya. Tiga bulan pertama, saya mengikuti kursus bahasa belanda di kampus suami. Saya hanya mengikuti dua level, yaitu basic dan follow up 1. Saya tidak melanjutkan kursus karena biayanya semakin lama semakin mahal. Sebenarnya kursus ini diselenggarakan untuk Phd student di kampus, tapi tidak tertutup untuk public. Kursusnya juga tidak tiap hari, hanya dua kali seminggu. Karena bukan untuk public, bahasa pengantarnya masih memakai bahasa inggris. Jadi..kursus itu malah memperlancar bahasa inggris saya dibandingkan bahasa belanda. Pada tahap follow up 1, baru deh pengantarnya dalam bahasa belanda. Kalau dibilang, kursus ini cukup membantu saya. Paling tidak, saya tidak seperti orang kebingungan lagi disini. Saya bisa sedikit-sedikit mengerti tulisan di jalan, penunjuk arah di jalan, dan bisa membaca koran dan majalah. Tapi untuk berbicara, saya masih terbatas. Lawan bicara saya hanya berkisar pedagang sayur dan buah di pasar atau di toko daging dan kasir supermarket. Hihihi.. Jadilah selama setahun saya disini, saya lebih menguasai bahasa tulisan daripada bahasa lisan. Sepertinya saya harus sering membiasakan telinga saya dengan bahasa ini.

2. Saya suka memasak sekarang..

Karena sehari-hari saya menghabiskan waktu di rumah, saya jadi sering browsing resep-resep masakan indonesia di internet. Belum lagi, suami saya itu doyan makan. Kerjanya makan mulu.. makannya banyak pula. Kecepatannya makannya 2 kali lebih cepat dari pada kecepatan makan saya. Setiap makan, piringnya bersih..putih... Jadi saya bertambah semangat untuk masak. Tapi herannya, suamiku kok nggak gemuk-gemuk ya? Malahan berat badan saya yang bertambah karena mengikuti cara makan suami.

3. Saya betah berada di rumah sekarang

Saya berasal dari keluarga yang suka bepergian. Maksudnya, semua anggota keluarga saya doyan keluar rumah. Ayah..bundo..mela..bayu..semuanya doyan keluar rumah. Dalam sehari, palingan cuma beberapa jam di rumah, selain itu semua kegiatan berada di luar rumah. Mau nggak mau, kebiasaan itu jadi menular padaku. Malah kalau nggak ada kegiatan, saya iseng nyetir sendirian hanya sekedar beli makanan atau cemilan dan ketemu temen. Pokoknya nggak betah banget berada di dalam rumah. Nah..selama disini, semuanya berubah. Suami saya orangnya rumahan banget. Selain bekerja di lab, uda selalu menghabiskan waktu di rumah. Uda betah banget di rumah. Kalau weekend, kerjanya tidur, masak, internetan, bantuin saya bersih-bersih rumah. Malah kalau ada acara weekend, uda males banget untuk pergi. Jadi mau nggak mau, saya harus beradaptasi dengan itu semua. Awalnya susah banget.. Karena dulunya saya selalu melakukan aktifitas di luar rumah, kini semua aktifitas saya berada di dalam rumah. Belum lagi Enschede kota yang kecil. Selain jalan ke centrum, paling tujuan lainnya bersepeda mengelilingi rumput hijau, danau dan peternakan. Jadilah pertama kali saya disini, saya merasa bosan. Tapi kini, saya sudah beradptasi dengan itu semua. Malah sekarang saya jadi betah di rumah.

4. Saya bisa traveling ke negara lain.

Selama setahun saya disini, tidak banyak negara yang saya kunjungi. Selain alasan biaya, juga alasan suami saya yang nggak terlalu suka jalan-jalan. Pertama kali pergi ke negara lain yaitu ke Jerman, tepatnya Berlin. Kami berangkat kesana beberapa hari sesudah lebaran tahun kemaren, ya pastinya untuk merayakan lebaran bersama keluarga disana. Adiknya mama uda (tantenya Uda), tinggal disana bersama keluarganya kurang lebih udah puluhan tahun. Jadi, sekalian ngenalin saya ke mereka. Asiknya, kami jadi punya tempat menginap dan berasa banget dikelilingi keluarga lagi. Perjalanan kami kedua, yaitu ke Barcelona pada akhir tahun kemarin. Perjalanan ini sengaja kami rancang khusus untuk berlibur, sekalian honeymoon. Soalnya kami sama sekali nggak pernah honeymoon, walaupun sudah lebih satu tahun menikah. Kami menghabiskan satu minggu disana. Barcelona kotanya tidak terlalu cantik, malah cendrung kotor. Tapi tourist spotnya banyak.. Tourist spot inilah yang membuat kami terkagum-kagum. Selain itu, orangnya ramah-ramah. Meskipun tidak banyak yang berbahasa inggris, tapi orang-orang disini lebih hangat dibanding orang-orang di Jerman atau Belanda. Perjalanan kami ketiga, dalam rangka mengunjungi sepupu uda di Hamburg. Meskipun tidak terlalu lama disana, hanya dua hari saja, tapi saya sanga menikmati waktu-waktu yang saya habiskan di Hamburg. Mungkin karena sepupunya uda beserta istrinya (Uda Andri dan Uni Lessy) benar-benar tuan rumah yang baik. Menyediakan tempat menginap dan mengajak kami jalan-jalan.

5. Alhamdulillah.. saya kini hamil 4 bulan

Saya merasa bersyukur sekali diberi kepercayaan dan amanah oleh Allah untuk mengandung bayi saat ini.

Awalnya perasaan saya campur aduk. Saya senang tapi juga ada kekhawatiran. Takut apakah saya mampu menjalaninya, mengandung 9 bulan, melahirkan, memberi makan dan mendidik anak saya dengan baik.. Apakah saya sudah siap untuk ini semua? Banyak saudara dan kenalan saya yang susah untuk mempunyai keturunan, padahal saya tahu mereka adalah orang-orang yang sudah siap menjadi orang tua, baik dari segi umur, financial, pengetahuan, pendidikan,rohani dan jasmani. Kalau dibandingkan saya, beliau-beliau tersebut pasti lebih siap menjadi orang tua. Tapi tidak seharusnya saya bertanya begitu bukan? Itu rahasia Tuhan.. Hanya Dia yang mengerti itu semua. Hanya Dia yang bisa menjawabnya. JIka Dia telah memberiku amanah ini, harusnya aku bersyukur.

Saat ini, hari demi hari selalu kuhabiskan untuk membaca buku tentang healthy pregnancy, mempelajari semua instruksi dari verloskundige serta kraamzorg untuk mempersiapkan kelahiran sang baby. Saya jadi semakin tahu, apa yang harus saya siapkan untuk "one big day". Semuanya harus saya lakukan sendiri. Untungnya saya mendapat dukungan penuh dari suami serta beberapa teman disini. Dari mereka saya banyak belajar.. Memang banyak yang harus saya siapkan, tapi ini adalah saat-saat bahagia dalam hidup saya. Saya tak mau menyerahkannya pada orang lain. Saya ingin melakukannya sendiri ;))

Wuihh..panjang yak..

Ini akibat udah lama gak posting ;p

2 Juli 2008

Demam Wimbledon

Selama ada siaran wimbledon live di bbc atau di net 5 (versi belandanya), kini tiap sore aku selalu nonton siaran wimbledon... Ternyata nonton tennis lebih mengasyikkan daripada nonton bola. Kalo dipikir2 selama hamil, aku memang rajin nonton pertandingan tennis seperti ini. Sepertinya kecintaanku terhadap tennis dimulai sejak French Open "Roland Garros" kemaren, dimana Rafael Nadal (2) dan Ana Ivanovic (1) menjadi championnya. Mereka bener2 cemerlang banget mainnya waktu itu.. Kalau Nadal sih emang udah beberapa kali menjadi champion di French Open, tapi ini menjadi gebrakan pertama bagi Ana Ivanovic dan menjadikannya peringkat pertama dunia.

Nah, karena sekarang ada Wimbledon, aku juga menjagokan Ivanovic untuk masuk ke final, tentunya selain Williams bersudara itu. Tapi tak disangka-sangka, Ana Ivanovic dikalahkan oleh petenis china Ji Zheng yang berada di peringkat ke seratus sekian.. Ji Zheng ini emang kuat ternyata.. Terbukti lagi setelah maju ke quarter final melawan Vaidisova (18).. Ji zheng menang lagi.. Dan hari ini ia akan bertanding melawan Serena Williams. Hmmm.. tapi kayanya, aku masih ragu Ji Zheng bisa menang lawan salah satu Williams bersaudara ini.. Williams bersaudara itu tangguh banget.. Kita liat aja nanti ya ;)

Karena Ivanovic sudah kalah, aku berharap Jankovic (peringkat nomer dua dunia) bisa masuk ke final, tapi ternyata Jankovic juga kalah ama pemain Thailand T.Tanasugarn. Waduh.. sekarang kayanya pemain Asia lagi jaya2nya yah.. Petenis China dan Thailand bisa mengalahkan petenis nomer satu dan dua dunia. Hebatt... Kira2 kapan yah petenis Indonesia bisa masuk ke Wimbledon ?

Walaupun di bagian ladies' singles, jagoan2ku tak ada yg masuk quarter final.. Tapi jagoanku di Gentelmans' single masih berjaya. Siapa lagi kalau bukan Roger Federer (1) dan Rafael Nadal (2).. Mereka masing-masing punya gaya bermain yang berbeda tetapi dua-duanya benar-benar membuatku terpesona. R.Federer, si ganteng dan si kalem.. Mainnya tenaaaang banget.. Nggak pernah emosian.. Gerakannya efektif.. Sehingga setiap main, lawannya udah keringetan dan emosian, R. Federernya masih terlihat tenang, santai, tidak berkeringat, pokoknya easy banget lah.. Beliau ini sepertinya selalu menghemat tenaga.. Tenaganya nggak terlalu terkuras habis karena gerakannya yang sangat efektif itu.. Jadi jangan heran kalau beliau bisa menjadi wimbledon champion 5 kali berturut-tururt (2003-2007).

Beda halnya dengan Nadal.. Cowok macho ini bener-bener nggak pernah kehabisan tenaga. Mungkin karena masih muda juga kali ya.. Nadal selalu bermain dengan tenaga penuh.. Kalo gue bilang sih nggak ada matinya.. Nggak pernah capek.. Baterainya penuh terus.. Biasanya maennya akan lebih bagus kalo udah masuk set kedua.. Kalo udah bilang, masinnyo alah angek (mesinnya udah panas nih) Apalagi kalo forehandnya udah keluar tuh.. Waduh, lawannya bakalan susah.. Nggak bakal bisa dilawan.. Contohnya aja pertandingan dengan Andy Murray kemaren. Sering kali A. Murray dibuatnya nggak dapet point.. atau cukup dengan point 15 aja. Jadi jangan heran juga kalo R. Nadal bisa menjadi juara 4 kali berturut-turut di Roland Garros (2005-2008)..

Tapi bagaimanapun, Nadal dan Federer mempunyai teknik yang berbeda. Nadal sepertinya lebih ahli di clay court, dimana Roland Garros semuanya clay court. Sedangkan Federer ahli di grass court, seperti courtnya wimbledon. Court yang berbeda juga menuntut teknik yang berbeda pula toh..

Jadi.. apakah mereka akan bertarung kembali di final Wimbledon kali ini? Kita liat aja yuk..