Sudah genap satu tahun saya berada di Enschede.. Yippie.. Ada perasaan special hari ini.. Perasaan ingin sejenak mengenang apa yang telah saya lakukan setahun lalu dan selama berada disini. Adakah perubahan special dalam diriku? Ciee... uhuy.. 
Hari ini.. setahun yang lalu, adalah hari yang tak bisa saya lupakan. Pertama kalinya pergi jauh seorang diri untuk hidup bersama sosok yang sangat saya cintai.
Saya sedang berada di Kuala Lumpur International Airport untuk transit ke pesawat selanjutnya dengan airlines yang sama. Waktu yang saya punya hanya setengah jam. Jadi kebayang dong, bagaimana saya harus berlari-lari mencari gate selanjutnya yang berada di terminal lain. Dengan gaya ala backpacker, saya berlari-lari di dalam bangunan yang megah itu. Di kala berlari, saya sempat mengagumi kemegahan airport ini. hihihi..kampring banget ya. Di dalam pesawatpun, saya sempat terkagum-kagum dengan layar kecil yang berada tepat di depan mata saya. Saya langsung mengutak utiknya dan menggunakan seluruh fasilitas yang ada di dalamnya. Mulai dari musik, film sampai keterangan tentang keberadaan pesawat. Selama 12 jam perjalanan, hanya 2-3 jam saja saya tertidur. Selebihnya saya gunakan untuk melihat ke arah jendela. Untungnya seat saya yang deket window. Jadi, saya benar-benar menikmati gradasi warna langit, dari gelap menjadi pink dan biru. Cantik banget deh..
Sesampainya di Schipol, sosok yang saya cintai telah setia menunggu dari malam harinya. Tak bisa saya lukiskan dengan kata-kata bagaimana perasaan saya saat itu. Rasa syukur yang mendalam, rasa bahagia, lega dan tenang.
Nah..lantas apa saja yang saya lakukan menghabiskan waktu satu tahun disini. Apa perubahan yang saya rasakan ya?? Hmm..(sambil pikir-pikir)
1. Saya bisa mengerti sedikit bahasa belanda
Disini saya tidak bekerja. Visa yang saya peroleh tak memberi izin kerja dan saya juga belum menguasai bahasa disini. Jadi..bekerja, memang saya hapus dari target saya. Tiga bulan pertama, saya mengikuti kursus bahasa belanda di kampus suami. Saya hanya mengikuti dua level, yaitu basic dan follow up 1. Saya tidak melanjutkan kursus karena biayanya semakin lama semakin mahal. Sebenarnya kursus ini diselenggarakan untuk Phd student di kampus, tapi tidak tertutup untuk public. Kursusnya juga tidak tiap hari, hanya dua kali seminggu. Karena bukan untuk public, bahasa pengantarnya masih memakai bahasa inggris. Jadi..kursus itu malah memperlancar bahasa inggris saya dibandingkan bahasa belanda. Pada tahap follow up 1, baru deh pengantarnya dalam bahasa belanda. Kalau dibilang, kursus ini cukup membantu saya. Paling tidak, saya tidak seperti orang kebingungan lagi disini. Saya bisa sedikit-sedikit mengerti tulisan di jalan, penunjuk arah di jalan, dan bisa membaca koran dan majalah. Tapi untuk berbicara, saya masih terbatas. Lawan bicara saya hanya berkisar pedagang sayur dan buah di pasar atau di toko daging dan kasir supermarket. Hihihi.. Jadilah selama setahun saya disini, saya lebih menguasai bahasa tulisan daripada bahasa lisan. Sepertinya saya harus sering membiasakan telinga saya dengan bahasa ini.
2. Saya suka memasak sekarang..
Karena sehari-hari saya menghabiskan waktu di rumah, saya jadi sering browsing resep-resep masakan indonesia di internet. Belum lagi, suami saya itu doyan makan. Kerjanya makan mulu.. makannya banyak pula. Kecepatannya makannya 2 kali lebih cepat dari pada kecepatan makan saya. Setiap makan, piringnya bersih..putih... Jadi saya bertambah semangat untuk masak. Tapi herannya, suamiku kok nggak gemuk-gemuk ya? Malahan berat badan saya yang bertambah karena mengikuti cara makan suami.
3. Saya betah berada di rumah sekarang
Saya berasal dari keluarga yang suka bepergian. Maksudnya, semua anggota keluarga saya doyan keluar rumah. Ayah..bundo..mela..bayu..semuanya doyan keluar rumah. Dalam sehari, palingan cuma beberapa jam di rumah, selain itu semua kegiatan berada di luar rumah. Mau nggak mau, kebiasaan itu jadi menular padaku. Malah kalau nggak ada kegiatan, saya iseng nyetir sendirian hanya sekedar beli makanan atau cemilan dan ketemu temen. Pokoknya nggak betah banget berada di dalam rumah. Nah..selama disini, semuanya berubah. Suami saya orangnya rumahan banget. Selain bekerja di lab, uda selalu menghabiskan waktu di rumah. Uda betah banget di rumah. Kalau weekend, kerjanya tidur, masak, internetan, bantuin saya bersih-bersih rumah. Malah kalau ada acara weekend, uda males banget untuk pergi. Jadi mau nggak mau, saya harus beradaptasi dengan itu semua. Awalnya susah banget.. Karena dulunya saya selalu melakukan aktifitas di luar rumah, kini semua aktifitas saya berada di dalam rumah. Belum lagi Enschede kota yang kecil. Selain jalan ke centrum, paling tujuan lainnya bersepeda mengelilingi rumput hijau, danau dan peternakan. Jadilah pertama kali saya disini, saya merasa bosan. Tapi kini, saya sudah beradptasi dengan itu semua. Malah sekarang saya jadi betah di rumah.
4. Saya bisa traveling ke negara lain.
Selama setahun saya disini, tidak banyak negara yang saya kunjungi. Selain alasan biaya, juga alasan suami saya yang nggak terlalu suka jalan-jalan. Pertama kali pergi ke negara lain yaitu ke Jerman, tepatnya Berlin. Kami berangkat kesana beberapa hari sesudah lebaran tahun kemaren, ya pastinya untuk merayakan lebaran bersama keluarga disana. Adiknya mama uda (tantenya Uda), tinggal disana bersama keluarganya kurang lebih udah puluhan tahun. Jadi, sekalian ngenalin saya ke mereka. Asiknya, kami jadi punya tempat menginap dan berasa banget dikelilingi keluarga lagi. Perjalanan kami kedua, yaitu ke Barcelona pada akhir tahun kemarin. Perjalanan ini sengaja kami rancang khusus untuk berlibur, sekalian honeymoon. Soalnya kami sama sekali nggak pernah honeymoon, walaupun sudah lebih satu tahun menikah. Kami menghabiskan satu minggu disana. Barcelona kotanya tidak terlalu cantik, malah cendrung kotor. Tapi tourist spotnya banyak.. Tourist spot inilah yang membuat kami terkagum-kagum. Selain itu, orangnya ramah-ramah. Meskipun tidak banyak yang berbahasa inggris, tapi orang-orang disini lebih hangat dibanding orang-orang di Jerman atau Belanda. Perjalanan kami ketiga, dalam rangka mengunjungi sepupu uda di Hamburg. Meskipun tidak terlalu lama disana, hanya dua hari saja, tapi saya sanga menikmati waktu-waktu yang saya habiskan di Hamburg. Mungkin karena sepupunya uda beserta istrinya (Uda Andri dan Uni Lessy) benar-benar tuan rumah yang baik. Menyediakan tempat menginap dan mengajak kami jalan-jalan.
5. Alhamdulillah.. saya kini hamil 4 bulan
Saya merasa bersyukur sekali diberi kepercayaan dan amanah oleh Allah untuk mengandung bayi saat ini.
Awalnya perasaan saya campur aduk. Saya senang tapi juga ada kekhawatiran. Takut apakah saya mampu menjalaninya, mengandung 9 bulan, melahirkan, memberi makan dan mendidik anak saya dengan baik.. Apakah saya sudah siap untuk ini semua? Banyak saudara dan kenalan saya yang susah untuk mempunyai keturunan, padahal saya tahu mereka adalah orang-orang yang sudah siap menjadi orang tua, baik dari segi umur, financial, pengetahuan, pendidikan,rohani dan jasmani. Kalau dibandingkan saya, beliau-beliau tersebut pasti lebih siap menjadi orang tua. Tapi tidak seharusnya saya bertanya begitu bukan? Itu rahasia Tuhan.. Hanya Dia yang mengerti itu semua. Hanya Dia yang bisa menjawabnya. JIka Dia telah memberiku amanah ini, harusnya aku bersyukur.
Saat ini, hari demi hari selalu kuhabiskan untuk membaca buku tentang healthy pregnancy, mempelajari semua instruksi dari verloskundige serta kraamzorg untuk mempersiapkan kelahiran sang baby. Saya jadi semakin tahu, apa yang harus saya siapkan untuk "one big day". Semuanya harus saya lakukan sendiri. Untungnya saya mendapat dukungan penuh dari suami serta beberapa teman disini. Dari mereka saya banyak belajar.. Memang banyak yang harus saya siapkan, tapi ini adalah saat-saat bahagia dalam hidup saya. Saya tak mau menyerahkannya pada orang lain. Saya ingin melakukannya sendiri ;))
Wuihh..panjang yak..
Ini akibat udah lama gak posting ;p