Eindelijk, ik heb fiets gekocht.
Aku sama sekali bukan pemula dalam hal bersepeda. Tapi aku juga bukan orang yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.
Aku membeli sepedaku dari teman Indonesia yg akan mudik ke Indonesia minggu ini. Aku memanggilnya mbak setha. Ia menjual dengan sangat murah, hanya 30 euro saja. Tanpa pikir panjang, langsung saja aku beli. Sepedanya lumayan nyaman. Tapi aku belum terbiasa memakainya. Kesulitanku terletak pada rem yang ada di sedel sepeda. Jika aku kayuh ke belakang, sepedanya akan berhenti. Awalnya aku tak tahu. Kebiasaan mainin sedel sepeda sih membuatku terkaget2 kalo sepedanya berhenti dan nyaris hilang keseimbangan.
Dan kemarin, aku dan hubby pergi ke centrum dengan sepeda. Kami melewati jalan yg cukup ramai. Dan aku sama sekali belum terbiasa untuk menyeberang jalan dengan sepeda. Setiap nyebrang, otomoatis kayuhan sepedaku kenceng, tapi setelah tiba di jalur sepeda dan harus belok, aku tak bisa mengendalikan sepedaku lagi. Sehingga kadang2 kekencengan pas belok. Nah, parahnya.. sewaktu aku melewati rotonde, aku benar2 mengencangkan sepedaku dan saat belok akupun kencang. Waktu itu banyak sekali sepeda di belakangku. Aku harus memberi isyarat pada mereka dengan kedua tanganku, tanda aku mo belok. Tapi setelah satu tangan aku lepas dari sepeda. Aku langsung kehilangan keseimbangan dan *gubraakk*, akupun terjatuh. Duhhh...malu banget. Padahal sakit, tapi aku langsung berdiri saking malunya
. Sepedaku sayang..sepertinya kita belum satu hati. Aku akan membuatmu satu hati denganku. Tunggu saja beberapa minggu lagi ya 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar