5 Januari 2008

Catatan Perjalananku (bag. 2)

Nyambung lagi nih..

Sembari melihat tingkah si kembar yang duduk di bangku sebelah, akupun mengeluarkan buku bacaan yang sudah berbulan-bulan belum selesai kubaca. Buku ini bukan punyaku sebenarnya. Aku dipinjami Mbak Susan, orang Indonesia pertama yang aku kenal di Enschede. Judulnya The Undomestic Goddes, karyanya Sophie Kinsella. Aku selalu suka dengan tulisan Sophie Kinsella. Ga tau kenapa, asik aja baca chicklit nya. Buku ini bercerita tentang seorang top lawyer wanita di London yang mendadak berubah menjadi seorang housekeeper. Ia difitnah oleh beberapa kolega di lawfirm tempat ia bekerja sehingga ia menjadi tersangka utama dalam suatu skandal financial. Karena skandal itulah ia dipecat. Pada hari pemecatan, ia tak tahu kalau para koleganya lah yang memfitnahnya dan membuatnya dipecat. Ia menyalahkan dirinya sendiri sehingga menjadi stress dan mabuk. Dalam keadaan mabuk, secara tidak sengaja ia mengetok pintu rumah seseorang yang sangat kaya raya. Disanalah kesalahpahaman terjadi. Si empunya rumah menyangka ia datang untuk menjadi seorang housekeeper di rumahnya. Dan semuanya menjadi kacau sehingga ia memang betul - betul menjadi housekeeper di rumah itu. Masalahnya, ia tak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga barang sedikit. Jangankan untuk memasak, menggunakan microwave saja ia tak bisa. Ia pun juga tak tahu bagaimana menggunakan setrika dan mesin cuci. Dari sinilah hal-hal lucu dan menegangkan terjadi. Lucu dan menarik banget pokoknya . Lho..kok malah ngelantur nyeriatin chicklit ya?

Kembali ke perjalananaku.

Kurang lebih pukul 9, kamipun tiba di Nijmegen. Untunglah Nijmegen tidak sebeku Deventer atau Arnhem. Mungkin karena hari sudah semakin siang, sehingga suhu tidak sedingin tadi pagi. Di Nijmegen, kami menunggu mini bus yang telah di booking uda lewat internet. Berdasarkan email dari contact person nya, kami disuruh menunggu di depan Hotel Mercure yang berada tepat di sebelah station. Bus akan berangkat pukul 09.35. Busnya berwarna silver. Tapi kenapa bus nya tak kunjung tiba? Tapi aku yakin, ini pasti tempat yang benar. Kami berada tepat di depan Hotel Mercure dengan beberapa calon penumpang lainnya yang juga menunggu.

Setelah setengah jam menunggu, akhirnya bus pun tiba. Kami dan para penumpang lain mulai meletakkan barang-barang di trunk. Satu persatu para penumpang pun membayar tiket pada si supir. Tiketnya hanya 15 euro per orang. Tapi kenapa sepertinya jumlah penumpangnya lebih banyak dari jumlah tempat duduk di mini bus ini ya? Dan ternyata dugaanku benar. Jumlah tempat duduk di mini bus ini hanya 10, sedangkan penumpangnya 14 orang. Wahh... untung saja suamiku membawa email yang dikirimkan contact person mini bus. Kalau tidak, aku dan suamiku tak punya bukti kalau kami memang sudah booking dan confirm. Si supir kemudian menelfon seseorang. Dalam Belanda, ia menanyakan nama orang-orang yang ada dalam daftar booking dan confirm. Dan alhamdulillah, nama suamiku ada dalam daftar itu. Ternyata ada kesalahpahaman yang terjadi. Empat orang yang berasal dari Itali menelefon ke nomor yang salah sepertinya. Jadi mereka pun harus keluar dari mini bus. Piuhh..sempet deg2an juga tadinya

Kami langsung meluncur ke Weeze. Sesampainya di Weeze, akupun baru sadar ternyata airport ini bekas pangkalan militer dulunya. Banyak terdapat asrama militer di kanan kiri jalan menjelang gerbang airport. Kami sampai disana sekitar pukul 10. Sesampainya disana, kami langsung check in. Setelah itu tak lupa menyantap roti yang kami bawa dari rumah untuk lunch. Di pesawat kan nggak dapet makanan. Jadi harus makan dulu dong. Setelah makan, kamipun langsung masuk ke jalur antrian menuju gate. Antriannya panjang banget. Padahal baru pukul 11 lho. Masih satu jam lagi. Tapi mengingat penerbangan ini tidak memakan seat number, akupun maklum. Pasti rebutan tuh milih bangku di dalam pesawat.

Setelah tiba di pesawat, aku dan suamiku memilih bangku paling belakang (emergency seat). Ehh... ternyata di emergency seat ga boleh naruh tas dibawah kursi. Waduh.. aku dan suami diem2 nyembunyiin tas dibawah kursi supaya gak ketauan ama pramugarinya. Habisnya, kalo ketauan bisa2 tasku ditaruh di tempat yang jauh ama si pramugari. Ngambilnya kan susah . Untungnya gak ketauan.

Tidak seperti yang kubayangkan, pramugarinya biasa aja. Lebih cantikan flight attendance di Indo, Malay ato Singapore ya? Ya iyalah mel.. Namanya aja Ryan Air. Tiket 1 euro aja ada kalee... Hehehe....

Perjalanan menuju Girona Airport memakan waktu 2 jam lebih. Kira-kira pukul 2 lebih kami tiba di Girona Airport. Turun dari pesawat, langsung kurasakan udara yang hangat dan matahari yang bersinar. Waahhhh...senengnya.

Di dalam aiport, kami langsung mengambil barang dan membeli tiket bus menuju central barcelona. Tiketnya sekitar 12 euro per orang. Waktu membeli tiket, aku baru tahu kalo orang Spanyol tidak banyak yang menggunakan bahasa inggris dengan lancar. Jadi kami memakai bahasa isyarat, bahasa universal yang selalu dimengerti oleh semua orang di dunia.

Perjalan dari Girona Airport ke Barcelona memakan waktu kurang lebih 1.5 jam. Kira-kira jam setengah lima, kami sampai di central bus barcelona. Kesan pertama yang kudapat, sekali lagi Barcelona hangat. Kesan kedua, Barcelona tidak terlalu bersih, bisa kubilang cukup kotor dibandingkan negara eropa lainnya. Kesan ketiga, perumahannya kok terlihat sedikit kumuh ya? Apa karena waran cat dari apartemen yang sudah lama? Akupun tak tahu.

Dari Central Bus ke Hotel, kami hanya berjalan kaki 2 blok saja. Sengaja aku dan suami mencari hotel yang dekat dengan central barcelona dan bus station. Agar tidak susah. Sesampainya di hotel, kami disambut dengan senyum recepsionist nya. Ia langsung menyapa dalam bahasa Inggris. Wahhh..aku senang.. Entah kenapa, selama berada di Eropa aku selalu senang jika ada orang yang bisa berbahasa inggris dengan lancar. Ya.. setidaknya aku mengerti apa yang mereka bicarakan. Nama Hotelnya Apsis Antibes. Berada di Jalan Diputacio, cuma beberapa blok dari La Sagrada Familia dan Placa Catalunya. Hotel ini bukan hotel besar ya. Jangan dibayangin hotel yang lux dan exclusive. Hotel Apsis Antibes hanya hotel berbintang dua. Dengan harga yang reasonable untuk kantong suamiku. Tapi pelayanan dan fasilitasnya aku katakan cukup bagus denga harga segitu. Pokoknya recommended lah .

Selama berada di lounge hotel, akupun mulai mengambil beberapa brosur restaurant yang ada di Barcelona. Hmmm...tempat yang menarik. All you can eat, Buffet, Pasta, Pizza, Salads, etc. Fresh & Co, di Ronde Universitait, deket Placa Catalunya. Wah.. 10 euro bisa makan apa aja. Suamiku langsung senang. Bisa jadi alternatif untuk makan malam nih.

Setelah urusan dengan recepsionist selesai, kamipun diberikan satu buah peta barcelona. Aku senang sekali. Ini pasti sangat membantu.

Kamipun kemudian beristirahat di hotel dan kira-kira pukul 7 malam, kami berangkat menuju Fresh & Co untuk makan malam. Aku dan suami berjalan dari Hotel menuju ke Placa Catalunya menggunakan map pemberian hotel. Sesampainya disana, aku pun terheran-heran. Kok sepi banget? Padahal udah jam 8 lho. Kok nggak ada yang makan. Oh iya... aku baru ingat, suamiku bilang jadwal makan malam orang Spanyol dimulai jam 9 malam. Malem banget ya? Pantesan aja sepi begini.

Kamipun masuk ke Fresh & Co. Aku langsung mengambil salad sebagai makanan pembuka. Dan ternyata tidak seperti yang diharpkan. Saladnya nggak enak. Nafsu makanku pun menjadi hilang. Tak bisa aku menghabiskan salad yang kuambil tadi. Untuk memancing nafsu makanku, aku ambil sepotong pizza hangat. Dan pizza nya hmm... so so. Tidak begitu enak. Akupun bingung. Selera makanku hilang. Hmm.. menghabiskan 10 euro untuk makanan begini. Rugi banget deh pokoknya. So.. this restaurant is absolutely not recommended . Tapi herannya suamiku makannya tetep banyak lho. Katanya sih rugi udah bayar mahal-mahal, nggak makan banyak. Hah.. dasarr.. si uda mah penyuka segala macam jenis makanan.

Setelah makan, kamipun menyempatkan untuk berjalan-jalan di Las Ramblas dan Catalunya. Dan kemudian setelah cukup letih berjalan, kami kembali ke Hotel juga dengan berjalan kaki. Kayanya paling enak emang tidur. Tidur adalah obat paling mujarab untuk mengusir semua keletihan.

Tidak ada komentar: