30 Januari 2008

Untukmu wahai sahabat

Pagi ini aku terbangun dengan perasaan rindu

Rindu akan wajah-wajah yang selalu setia menemaniku dulu

Sedih, senang, susah.. kami rasakan bersama

Kini semua menjadi memori terindah

Yang hanya bisa dikenang dengan penuh senyum

Aku rindu padamu kawanku

Selamat berjuang wahai para sahabatku

Sahabatku yang tak pernah mengenal kata lelah

Sahabatku yang telah mengajariku banyak hal tentang hidup

Terimakasih atas hari-harimu dulu

Maaf.. aku tak bisa berada disampingmu lagi

Meski diriku jauh.. tapi hatiku selalu bersama kalian

Tertuju pada para sahabat dekatku

Gita, Puti, Devina, Mela

Aku sayang kalian

17 Januari 2008

Batik

Di centrum ada opruiming (cuci gudang) gede2an. Semua toko mulai dari toko baju, toko sepatu, toko buku ampe supermarket pada sale. Nahh...kalo udah gini, toko buku selalu jadi tujuan utamaku. Siapa tau ada yang murah. Kan bisa beli.

Di Boekhandel, aku nemuin banyak banget buku tentang batik. Buaannnyyyyaaakkk banget pokoknya. Ada yang dalam bahasa belanda, ada juga yang dalam bahasa inggris. Sampai terkadang aku merasa sebagai orang Indonesia kok ga tau apa-apa tentang batik ya. Para penulis buku itu bener-bener menguraikan jenis-jenis batik satu persatu. Diuraikan dengan sangat jelas dan padat. Mulai dari tahun berapa dibuatnya sampe bagaimana cara membuat batik lengkap dengan gambar dan motif batiknya. Kok malah aku yang orang Indonesia asli ga tau apa-apa tentang batik ya????

Sewaktu melihat berbagai motif batik, aku jadi kepengen pulang. Kok jadi kangen banget balik ke Indo.

Another Koffie Morgen

This morning I went to Hotel ITC for ING koffie morgen. It was the second koffie morgen after christmast holiday. For some reasons, I didn't come last week. So I was really looking forward to attend this occassion and gather with my friends again.

And this morning we gathered again, had coffee and talked each other about all stuff. It wasnt serious and important talk. But it made me comfortable bacause I could be a part of the conversation. We talked about culture, habits, holiday, everything. I was the only person who come from Indonesia. So, they kept asking me about Suharto's condition. I was surprised because they had so much attention about my former President's condition, especially the Netherlands. Yeahh obviously because we had so much history though.

Sometimes I feel this "koffie morgen" is like a culture, history, political and a language class. I know Netherland, Germany, Arabic, Korean and Japanese cultures through this occassion. I hope our friendship will be better and better. I feel so glad to be a part of this group.

15 Januari 2008

Barcelona Tourist Attractions

Berikut ini beberapa deskripsi tourist attractions di Barcelona dengan keterangan lengkapnya:

1. La Sagrada Familia

Opening Hours : 09.00-18.00 (Oct-Mar), 09.00-20.00 (Apr-Sep)

Admission : 8 euros

Metro : Sagrada Familia (Blue Line, L5) dan (Purple Line, L2)

Unfinished Church karya arsitek Antoni Gaudi ini masih dalam status Under Construction sejak 1882. Membutuhkan 30-80 tahun lagi untuk menyelesaikannya. Bangunan ini berbeda di setiap sisinya. Terdapat 4 buah tower (yang sudah selesai). Untuk menaiki towernya harus menggunakan lift yang terdapat dalam bangunan ini (cat: tambah 2 euro utk lift). Lift berada di tower depan dan belakang. Untuk turunnya harus melewati tangga. Dua puluh meter terakhir anda akan menemukan tangga yang unik dan sangat terjal. Jadi hati-hati di saat menuruni tangganya.

Keluar dari sini jangan lupa singgah ke Museum Gaudi yang berada di bawah Bangunan Sagrada Familia. Disebelahnya anda akan menemukan Toko Souvenir yang banyak menjual bermacam2 souvenir karya arsitektur Gaudi.

2. Las Ramblas

Central Most Boulevard di jantung kota Barcelona. Boulevard ini membentang dari Placa Catalunya sampai Port Vell sepanjang 1.2 km. Di kanan kiri Las Ramblas, anda akan menjumpai banyak kios-kios bunga, souvenir, art market (weekend aja) dan pertunjukan dari patung-patung manusia yang lucu.

3. Poble Espanyol de Montjuic

Entrance : 8 euros

Metro : Placa Espanya (Green Line, L3) dan (Red Line, L1)

Spanish Village yang sangat indah ini akan memanjakan anda dengan replicate bangunan arsitektur dari berbagai belahan Spanyol. Anda akan merasa berada di zaman Zorro. hihihi ;)) Disini juga terdapat banyak craftshop yang menjual banyak sekali souvenir hand made khas Spanyol.

4. The Magic Fountain of Montjuic

Metro : Placa Espanya (Green Line, L3) dan (Red Line, L1)

Admission : Free

Tepat berada di depan MNAC. Di hari Jumat dan Sabtu pukul 19.00-21.00 akan ada pertunjukan water acrobatics full of lights and musics. Gratis lho.. Jangan dilewatkan. Rugi kalo dilewatkan. So Romantic ;)

5. Park Guell

Opening Hours : 10.00 am

Metro : Lesseps (Green Line, L3)

Entrance : Free

Taman karya Gaudi ini sangat indah. Gratis lagi masuknya. Anda akan merasa di dunia fantasi dalam alam terbuka. Disini anda dimanjakan dengan amazing stone, stunning tiling dan fascinating building. Hanya saja lokasinya cukup jauh dari central barcelona.

Doktor dan Mevrouw

Malam sebelum tidur pastinya adalah moment terbaik untuk bercakap cakap dengan hubby. Malam kemaren terjadi percakapan seperti ini.

Istri : Da.. gmn kerjanya?

Suami : Baik-baik aja. Kenapa sayang?

Istri : Ntar kalo udah selesai sekolahnya uda dapet gelar lagi dong? Gelar apalagi da?

Suami : Doktor.

Istri : Wahh..kalo gitu gelar uda nambah dong. Nanti kalo nulis nama, jadi panjang. Waahh..hebatt..meli aja gelarnya cuma satu.

Suami : Ya nggak, ntar gelar yang dipake satu aja.

Istri : Yang mana? Yg Doktor itu?

Suami : Iyah

Istri : Ooo..yg dipake yg paling tinggi ya (sambil angguk angguk kepala). Trus..kalo gelar Uda Doktor, gelar meli apa dong?

Suami : Hmmm...Mevrouw.

Istri : Jadi nanti gelar kita sama-sama satu. Uda Doktor, Meli Mevrouw.

Suami : Iya..

Hehehe... Begini nih kalo ga mau kalah ama suami

14 Januari 2008

Kota Kelahiranku

Aku dilahirkan di sebuah kota kecil di sekitar Sumatera. Kota yang terletak di kepulauan Bintan ini bernama Tanjung Pinang. Tanjung Pinang merupakan kota pelabuhan yang sangat dekat dengan Singapore dan Johor Baru. Kota ini sampai sekarang masih dijadikan trading port. Access yang mudah sekali dari Singapore dan Johor Baru (Malaysia) menjadikannya sangat spesial. Katanya sih orang-orang Singapore jika ingin ke Indonesia melewati kota ini, bisa memakai visa on arrival yang dijual di pelabuhan. Banyak sekali pedagang yang berasal dari luar negeri seperti India, China, Malaysia dan Singapore yang singgah di kota ini.

Ibuku dibesarkan di kota kecil ini. Dulunya kota ini adalah satu-satunya kota di Indonesia yang pernah memakai mata uang dollar Singapore pada tahun 1950 atau 1960-an (kata Ibuku lho..). Ibuku juga bilang kota ini kota pertama di Indonesia yang mendapat siaran Televisi. Di saat belum ada TVRI, Tanjung Pinang sudah mendapat siaran TV Singapore. Pokoknya kota ini cukup makmur dulunya jika dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Gaji Abo (baca:kakek) saja yang hanya pegawai negri di Departemen Perburuhan pada waktu itu cukup untuk menghidupi kelima anaknya. Tapi setelah tahun 1970-an, kota ini mulai memakai mata uang Rupiah. Dan mulailah kebijakan-kebijakan Pemerintah Indonesia berlaku di kota ini.

Pertama kali tiba di kota ini, anda pasti akan merasakan kekentalan budaya melayu disini. Konon 500 tahun yang lalu, di saat Portugis memenangkan perang di Malacca, Sultan Mahmud pun hijrah ke Bintan dan mendirikan kekuasaan baru di Bintan. Kemudian Bintan dijadikan capital city Kesultanan Johor, di selatan Malaysia. Jadi tidak heran jika budaya Melayu sangat kental terasa disini. Penduduk disini berbahasa campuran. Bahasa yang digunakan disini adalah bahasa Melayu yang telah terkontaminasi bahasa Indonesia. Kebanyakan penduduk disini adalah keturunan Cina. Kadang mereka masih menggunakah bahasa asli mereka sendiri di kota ini. Tentunya dengan campuran logat melayu.

Kerinduanku berada di kota ini timbul di saat Ibuku berbicara dalam logat melayu. Biasanya Ibuku akan berbicara logat melayu jika bertemu teman-teman SMA nya. Di saat mendengar Ibuku berbicara melayu, akupun merasa asing dan jauh dari kota kelahiranku.

Aku sebenarnya tak tahu banyak tentang kota kelahiranku sendiri. Aku hanya numpang lahir disana. Setelah beranjak dewasapun hanya sekali aku mengunjungi kota kelahiranku. Itupun waktu masih duduk di bangku SMP. Dulu banyak sekali keluargaku yang tinggal di kota ini. Tapi sekarang sama sekali tidak ada. Padahal rumah peninggalan abo ( baca: kakek) masih ada sampai sekarang. Memang tak banyak kenanganku di kota kelahiranku ini. Tapi kerinduan dan keingintahuanku akan kota kelahiranku makin lama makin membesar.

Hanya ada satu kenangan jelas di benakku. Di saat aku mengunjungi Pulau Penyengat. Ada sebuah Mesjid yang dinamakan Mesjid Raya. Bangunan Mesjid ini seluruhnya berwarna kuning. Konon, Ibuku bilang... Mesjid ini di cat oleh kuning telur. Entah benar atau tidak

Hobby Baru

Seharian berdiam diri di rumah menuntutku untuk lebih kreatif mengisi waktu. Mau apa lagi yah? Iseng-iseng aku ambil kertas HVS hubby yang menumpuk di meja kerjanya. Aku mencoba membuat sketsa. Sketsa apapun, mulai dari bunga, buah sampai botol. Mungkin saja kegiatan iseng-iseng ini bisa membunuh kebosananku di rumah.

Mengingat saudara-saudaraku yang bekerja di bidang seni, aku berharap ada sedikit bakat seni dalam darahku . Saudara kembarku "Mela" beberapa kali beralih bidang studi. Awalnya ia mengambil jurusan Biologi di Unpad, kemudian beralih mengambil Arsitektur. Tapi setelah lulus, ia memilih bekerja sebagai Interior Designer. Si bungsu "Bayu" terlihat banyak sekali bakat seni dalam dirinya. Ia mengambil jurusan Design Produk dan sekarang masih dalam proses Tugas Akhir. Bakat musiknya pun bisa ia salurkan sebagai drummer di band yang ia dirikan bersama teman-temannya. Hanya aku yang tidak beralih kemanapun, tetap dengan pilihan awalku Matematika. Tetapi selama kuliah aku selalu tertarik di bidang seni seperti tari dan film.

Dengan ragu-ragu akupun mulai menggambar sketsa. Hihihi.. ternyata banyak juga hal-hal yang harus diperhatikan dalam sketsa, seperti komposisi, 3 dimensi, lighting, dll. Dan ternyta kegiatan ini bisa dengan sukses membunuh kebosananku dan membuatku betah di rumah. Meskipun hasil sketsanya belum bagitu bagus, tapi yang penting aku menyukai kegiatan yang satu ini. Ternyata menggambar sketsa itu mengasyikkan

8 Januari 2008

Catatan Perjalananku (bag.3)

Senin, 24 Desember 2007

Hari ini petualanganpun dimulai (ciee.. sok petualang nih ). Sesuai rencanaku, tujuan kami hari ini adalah Park Ciutadella, Cathedral, Barri Gotic, Las Ramblas, dan Placa Catalunya. Sengaja aku memilih tourist attractions yang tidak memerlukan karcis atau tiket tanda masuk sebagai agenda hari ini. Berhubung christmast eve, aku takutnya tourist attraction seperti museum tutup hari ini. Dan perjalanan pun dimulai.

Tapi ternyata... Ups... ada masalah sedikit. Charger camera pocket yang kami bawa rusaaakkk... Ahhh..memang ga kompak charger nya . Camera kan barang yang paling penting di saat-saat seperti ini. Suamiku pun langsung mengutak atik si charger sebelum pergi. Tapi tampaknya usahanya belum membuahkan hasil. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli charger dulu di Media Markt. Sebelum berangkat, kami memang sudah khawatir charger ini bakal rusak. Aku dan suami sudah browsing lokasi Media Markt sebelum pergi. Lokasinya cukup jauh. Tapi mau tidak mau, kami harus membeli charger dulu. Kalo nggak.. percuma udah jauh-jauh kesini tanpa membawa foto-foto barang sedikit.

Aku dan suamiku kemudian pergi menggunakan Metro Line Empat (L4) yang berwarna kuning ke arah La Pau. Naik dari Halte Girona dan turun di Halte El Maresme Forum. Alhamdulillah ternyata transportasi di Barcelona bagus. Metro di Barcelona ini sama saja seperti layaknya U Bahn di Berlin atau Hamburg. Tiketnya pun tak mahal, hanya 1.25 euro per orang. Dan itupun bisa digunakan untuk beberapa kali perjalanan (selama kita tidak keluar dari Halte Metro). Map Metro yang kubawa benar-benar sangat membantu. Kami tak kesulitan untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain.

Sesampainya di El Marasme Forum, mata kami mulai mencari dimana letak gerangan si Media Markt. Berdasarkan peta sih tidak jauh dari Halte ini. Tapi sejauh mata memandang, aku tidak melihat adanya Media Markt. Uda langsung mengeluarkan peta dari Hotel. Dan aku ikut juga melihatnya. Tapi memang dasar cewek. Aku sama sekali tak bisa membaca peta. Aku tak tahu harus berjalan kemana. Ke utara, selatan, barat, atau timur? Ahhh... orientasi kanan kiri aja kadang-kadang sering salah. Gimana mo baca peta?

Dengan memakai feeling so good kami berjalan ke arah kiri Halte. Tapi kok sepertinya tak ada disini ya? Setelah berjalan-jalan di bagian kiri halte, mata uda pun langsung bertemu dengan tulisan khas Media Markt yang gede banget. Hehehe... ternyata Media Markt berada di sebelah kanan Halte. Di dalam suatu Mall yang cukup besar bertuliskan Diagonal.

Langsung saja kami menuju kesana. Dan ketika aku masuk, aku merasa Mall ini seperti halnya Mall di Jakarta. Besar, megah dan menyejukkan. Pokoknya Mall ini mengingatkan aku akan Mall di Jakarta. Kesan kesekian di Barcelona : Hmm... orang Barcelona suka shopping juga, sama konsumtifnya dengan orang-orang di Indonesia. Buktinya aja Mall nya gede-gede. Di kota kecilku Enschede, mana ada yang seperti ini?

Setelah kami membeli charger, kamipun langsung menuju Park Ciutadella. Uda mengusulkan untuk naik trem ke Ciutadella. Katanya kalo naik Metro pemandangannya nggak ada. Kan dibawah tanah. Kalo naik trem bisa lihat-lihat view Barcelona. Kebetulan Halte Trem memang ada tepat di depan Mall Diagonal . Tiketnya pun tak mahal, sama dengan tiket Metro (1.25 euro). Kami langsung menaiki Trem ke arah Ciutadella. Dan trem ini jauh lebih bagus dari metro subway. Sepertinya baru. Bagus sekali deh pokoknya. Public transport terbagus yang pernah aku naiki.

Setibanya di Ciutadella, kami langsung disambut dengan segar dan hangatnya taman ini. Taman ini sangat besar. Di dalamnya terdapat sebuah danau kecil, Museum Zoologi, Barcelona Zoo dan fountain yang sangat indah sekali (karya Gaudi). Taman ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga. Banyak keluarga dengan anak-anaknya yang berkunjung kesini. Aku jamin anak-anak pasti sangat suka bermain disini. Ditambah lagi ada Barcelona Zoo. Pasti anak-anak sangat senang disini. Taman ini bisa juga dijadikan tempat untuk jogging karena banyak jogging tracknya. Kita juga bisa menyewa canoe di danaunya untuk menikmati keindahan danau dan taman ini. This place is absolutely recommended for family Pokoknya bagus deh tamannya. You will find everything is nice at this Park.

Setelah puas berjalan-jalan dan jeprat jepret di taman ini, aku dan suamiku kembali melanjutkan perjalanan. Tujuan kami selanjutnya adalah Cathedral. Aku serahkan peta pada suamiku. Ia bertugas menunjuk arah sekarang. Karena kuakui, aku memang buta arah. Setelah keluar dari Park Ciutadella, kami masuk ke daerah perumahan. Jalan-jalan di daerah perumahan ini sangat sempit, diapit apartemen-apartemen tinggi yang bisa kubilang tak begitu bersih. Setelah berjalan beberapa lama, kami berserobok dengan Picasso Museum. Dan memang benar seperti yang kuduga, Museum ini tutup. Tapi bukan karena besok Natal, melainkan karena hari ini Senin. Kebanyakan Museum di Barcelona memang tutup pada hari Senin. Perjalanan kami lanjutkan kembali ke arah Cathedral. Di sepanjang jalan banyak terdapat tulisan "Bon Nadal" yang aku terjemahkan sendiri menjadi "Selamat Natal". Entah benar atau tidak .

Kami sampai di daerah yang lumayan ramai. Setelah melewati halte Jaume 1, kami menemukan keramaian yang amat sangat. Banyak polisi juga yang ada disana. Entah apa yang terjadi. Sepertinya ada demo. Kami langsung mengambil jalan lain. Di kanan kiri jalan banyak sekali terdapat Toko Souvenir. Aku dan suami belum tau dimana keberadaan kami sekarang. Tapi feeling ku mengatakan mungkin Cathedral sudah dekat. Mungkin ini adalah Placa St. Jaume karena tadi kami sempat berserobok dengan Halte Jaume 1. Dan ternyata benar, keramaian yang aku lihat tadi berakhir di Gedung bertuliskan Placa St. Jaume. Kemudian suamiku pun langsung memeberi komando " ke kanan". Dan ternyata betul. Di kanan, kami temukan Cathedral. Aku langsung girang. Baru kali ini aku berjalan-jalan dengan peta sebagai komandonya. Dan berhasil. Yeyyy.... Suamiku memang hebat

Kegiranganku kemudian berangsur pudar karena ternyata Cathedralnya Under Construstion. Jadi keinginanku untuk jeprat jepret keindahan Cathedral hancur sudah . Yaa.. kami datang di waktu yang kurang tepat.

Setelah itu aku dan suami memutuskan untuk makan siang dulu. Di sebelah Placa St. Jaume tadi ada sebuah restorant yang menyediakan makan fastfood seperti sandwich, hotdog, dsb. Kamipun makan disana. Dan sekali lagi kami membuktikan kalau makanan di Barcelona tidaklah semahal di Belanda. Dua sandwich, dua Coca Cola dan satu patat besar, hanya menghabiskan 14 euro.

Setelah makan, kamipun kembali melanjutkan perjalanan ke Barri Gotic. Tapi sayangnya Uda sekarang terlihat kehilangan arah. Kami jalan.. jalan..dan jalan.. terus tanpa tahu arah. Aku mulai complain.

"Berdasarkan peta, Barri Gotic itu nggak jauh dari Cathedral. Ini udah lama jalan kok nggak nyampe-nyampe sih?"

"Uda salah kali" dengan muka cemberut.

Sembari sibuk melihat peta, udapun menjawab; "Bentar sayaangg" "Seharusnya disini, tapi kok sepi banget yah?"
Kamipun sampai di suatu tempat yang ada gereja besarnya. Nothing special di tempat ini. Dan tempat ini benar-benar sepi. Matakupun berserobok dengan jalan besar.

"Da..jangan-jangan ini udah sampe Port Vell yang dekat Monument Colom itu."

Kamipun langsung ke jalan besar. Dan ternyata memang benar dugaanku.

"Kan bener..udah jauh banget udaaaaaaaa..." teriakku sambil menahan kakiku yang pegel.

"Ini kan agenda buat besok". "Tuh lihat ada IMAX Port Vell " sembari menunjuk ke IMAX Port Vell yang berada nun jauh di seberang.

"Tuh lihat ada kepiting raksasa."

"Ini mah Port Vell, ujungnya Las Ramblas." " Ini udah jauh banget." ucapku ke uda dengan muka ditekuk dua belas.

Complainku cuma dibalas ketawa ketiwi uda.

"Pura-pura nggak liat ajah." sembari menutup wajah dengan peta.

"Ini kan buat besok." sindir uda sambil senyam senyum sendiri.

Walahh...tingkahnya pun membuatku berhenti untuk marah. Bagaimana mau marah, jika kesasar di tempat sebagus ini. Aku langsung mengambil kamera dari saku uda. Dan mulai jeprat jepret tanpa menghiraukan uda. Pura-puranya pundung.com. Kecuali jika mau minta difotoin ama uda. Hahahaha, ketauan deh narsisnya.

Aku sengaja tidak pergi ke seberang sana dimana ada IMAX, L'aquarium dan pantainya. Soalnya ini memang jatah perjalanan besok. Jadi aku hanya mengambil gambar dari kejauhan saja.

Setelah puas menjeprat jepret, hari pun sudah mulai sore. Kami langsung memutuskan untuk kembali ke Hotel karena belum shalat. Kami pun kembali ke Hotel dengan Metro L4 ke arah Trinitat Nova. Naik di Halte Jaume 1 dan turun di Halte Girona. Dari sana kami berjalan kaki ke Hotel. Dan usai sudahlah perjalanan hari itu.

5 Januari 2008

Catatan Perjalananku (bag. 2)

Nyambung lagi nih..

Sembari melihat tingkah si kembar yang duduk di bangku sebelah, akupun mengeluarkan buku bacaan yang sudah berbulan-bulan belum selesai kubaca. Buku ini bukan punyaku sebenarnya. Aku dipinjami Mbak Susan, orang Indonesia pertama yang aku kenal di Enschede. Judulnya The Undomestic Goddes, karyanya Sophie Kinsella. Aku selalu suka dengan tulisan Sophie Kinsella. Ga tau kenapa, asik aja baca chicklit nya. Buku ini bercerita tentang seorang top lawyer wanita di London yang mendadak berubah menjadi seorang housekeeper. Ia difitnah oleh beberapa kolega di lawfirm tempat ia bekerja sehingga ia menjadi tersangka utama dalam suatu skandal financial. Karena skandal itulah ia dipecat. Pada hari pemecatan, ia tak tahu kalau para koleganya lah yang memfitnahnya dan membuatnya dipecat. Ia menyalahkan dirinya sendiri sehingga menjadi stress dan mabuk. Dalam keadaan mabuk, secara tidak sengaja ia mengetok pintu rumah seseorang yang sangat kaya raya. Disanalah kesalahpahaman terjadi. Si empunya rumah menyangka ia datang untuk menjadi seorang housekeeper di rumahnya. Dan semuanya menjadi kacau sehingga ia memang betul - betul menjadi housekeeper di rumah itu. Masalahnya, ia tak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga barang sedikit. Jangankan untuk memasak, menggunakan microwave saja ia tak bisa. Ia pun juga tak tahu bagaimana menggunakan setrika dan mesin cuci. Dari sinilah hal-hal lucu dan menegangkan terjadi. Lucu dan menarik banget pokoknya . Lho..kok malah ngelantur nyeriatin chicklit ya?

Kembali ke perjalananaku.

Kurang lebih pukul 9, kamipun tiba di Nijmegen. Untunglah Nijmegen tidak sebeku Deventer atau Arnhem. Mungkin karena hari sudah semakin siang, sehingga suhu tidak sedingin tadi pagi. Di Nijmegen, kami menunggu mini bus yang telah di booking uda lewat internet. Berdasarkan email dari contact person nya, kami disuruh menunggu di depan Hotel Mercure yang berada tepat di sebelah station. Bus akan berangkat pukul 09.35. Busnya berwarna silver. Tapi kenapa bus nya tak kunjung tiba? Tapi aku yakin, ini pasti tempat yang benar. Kami berada tepat di depan Hotel Mercure dengan beberapa calon penumpang lainnya yang juga menunggu.

Setelah setengah jam menunggu, akhirnya bus pun tiba. Kami dan para penumpang lain mulai meletakkan barang-barang di trunk. Satu persatu para penumpang pun membayar tiket pada si supir. Tiketnya hanya 15 euro per orang. Tapi kenapa sepertinya jumlah penumpangnya lebih banyak dari jumlah tempat duduk di mini bus ini ya? Dan ternyata dugaanku benar. Jumlah tempat duduk di mini bus ini hanya 10, sedangkan penumpangnya 14 orang. Wahh... untung saja suamiku membawa email yang dikirimkan contact person mini bus. Kalau tidak, aku dan suamiku tak punya bukti kalau kami memang sudah booking dan confirm. Si supir kemudian menelfon seseorang. Dalam Belanda, ia menanyakan nama orang-orang yang ada dalam daftar booking dan confirm. Dan alhamdulillah, nama suamiku ada dalam daftar itu. Ternyata ada kesalahpahaman yang terjadi. Empat orang yang berasal dari Itali menelefon ke nomor yang salah sepertinya. Jadi mereka pun harus keluar dari mini bus. Piuhh..sempet deg2an juga tadinya

Kami langsung meluncur ke Weeze. Sesampainya di Weeze, akupun baru sadar ternyata airport ini bekas pangkalan militer dulunya. Banyak terdapat asrama militer di kanan kiri jalan menjelang gerbang airport. Kami sampai disana sekitar pukul 10. Sesampainya disana, kami langsung check in. Setelah itu tak lupa menyantap roti yang kami bawa dari rumah untuk lunch. Di pesawat kan nggak dapet makanan. Jadi harus makan dulu dong. Setelah makan, kamipun langsung masuk ke jalur antrian menuju gate. Antriannya panjang banget. Padahal baru pukul 11 lho. Masih satu jam lagi. Tapi mengingat penerbangan ini tidak memakan seat number, akupun maklum. Pasti rebutan tuh milih bangku di dalam pesawat.

Setelah tiba di pesawat, aku dan suamiku memilih bangku paling belakang (emergency seat). Ehh... ternyata di emergency seat ga boleh naruh tas dibawah kursi. Waduh.. aku dan suami diem2 nyembunyiin tas dibawah kursi supaya gak ketauan ama pramugarinya. Habisnya, kalo ketauan bisa2 tasku ditaruh di tempat yang jauh ama si pramugari. Ngambilnya kan susah . Untungnya gak ketauan.

Tidak seperti yang kubayangkan, pramugarinya biasa aja. Lebih cantikan flight attendance di Indo, Malay ato Singapore ya? Ya iyalah mel.. Namanya aja Ryan Air. Tiket 1 euro aja ada kalee... Hehehe....

Perjalanan menuju Girona Airport memakan waktu 2 jam lebih. Kira-kira pukul 2 lebih kami tiba di Girona Airport. Turun dari pesawat, langsung kurasakan udara yang hangat dan matahari yang bersinar. Waahhhh...senengnya.

Di dalam aiport, kami langsung mengambil barang dan membeli tiket bus menuju central barcelona. Tiketnya sekitar 12 euro per orang. Waktu membeli tiket, aku baru tahu kalo orang Spanyol tidak banyak yang menggunakan bahasa inggris dengan lancar. Jadi kami memakai bahasa isyarat, bahasa universal yang selalu dimengerti oleh semua orang di dunia.

Perjalan dari Girona Airport ke Barcelona memakan waktu kurang lebih 1.5 jam. Kira-kira jam setengah lima, kami sampai di central bus barcelona. Kesan pertama yang kudapat, sekali lagi Barcelona hangat. Kesan kedua, Barcelona tidak terlalu bersih, bisa kubilang cukup kotor dibandingkan negara eropa lainnya. Kesan ketiga, perumahannya kok terlihat sedikit kumuh ya? Apa karena waran cat dari apartemen yang sudah lama? Akupun tak tahu.

Dari Central Bus ke Hotel, kami hanya berjalan kaki 2 blok saja. Sengaja aku dan suami mencari hotel yang dekat dengan central barcelona dan bus station. Agar tidak susah. Sesampainya di hotel, kami disambut dengan senyum recepsionist nya. Ia langsung menyapa dalam bahasa Inggris. Wahhh..aku senang.. Entah kenapa, selama berada di Eropa aku selalu senang jika ada orang yang bisa berbahasa inggris dengan lancar. Ya.. setidaknya aku mengerti apa yang mereka bicarakan. Nama Hotelnya Apsis Antibes. Berada di Jalan Diputacio, cuma beberapa blok dari La Sagrada Familia dan Placa Catalunya. Hotel ini bukan hotel besar ya. Jangan dibayangin hotel yang lux dan exclusive. Hotel Apsis Antibes hanya hotel berbintang dua. Dengan harga yang reasonable untuk kantong suamiku. Tapi pelayanan dan fasilitasnya aku katakan cukup bagus denga harga segitu. Pokoknya recommended lah .

Selama berada di lounge hotel, akupun mulai mengambil beberapa brosur restaurant yang ada di Barcelona. Hmmm...tempat yang menarik. All you can eat, Buffet, Pasta, Pizza, Salads, etc. Fresh & Co, di Ronde Universitait, deket Placa Catalunya. Wah.. 10 euro bisa makan apa aja. Suamiku langsung senang. Bisa jadi alternatif untuk makan malam nih.

Setelah urusan dengan recepsionist selesai, kamipun diberikan satu buah peta barcelona. Aku senang sekali. Ini pasti sangat membantu.

Kamipun kemudian beristirahat di hotel dan kira-kira pukul 7 malam, kami berangkat menuju Fresh & Co untuk makan malam. Aku dan suami berjalan dari Hotel menuju ke Placa Catalunya menggunakan map pemberian hotel. Sesampainya disana, aku pun terheran-heran. Kok sepi banget? Padahal udah jam 8 lho. Kok nggak ada yang makan. Oh iya... aku baru ingat, suamiku bilang jadwal makan malam orang Spanyol dimulai jam 9 malam. Malem banget ya? Pantesan aja sepi begini.

Kamipun masuk ke Fresh & Co. Aku langsung mengambil salad sebagai makanan pembuka. Dan ternyata tidak seperti yang diharpkan. Saladnya nggak enak. Nafsu makanku pun menjadi hilang. Tak bisa aku menghabiskan salad yang kuambil tadi. Untuk memancing nafsu makanku, aku ambil sepotong pizza hangat. Dan pizza nya hmm... so so. Tidak begitu enak. Akupun bingung. Selera makanku hilang. Hmm.. menghabiskan 10 euro untuk makanan begini. Rugi banget deh pokoknya. So.. this restaurant is absolutely not recommended . Tapi herannya suamiku makannya tetep banyak lho. Katanya sih rugi udah bayar mahal-mahal, nggak makan banyak. Hah.. dasarr.. si uda mah penyuka segala macam jenis makanan.

Setelah makan, kamipun menyempatkan untuk berjalan-jalan di Las Ramblas dan Catalunya. Dan kemudian setelah cukup letih berjalan, kami kembali ke Hotel juga dengan berjalan kaki. Kayanya paling enak emang tidur. Tidur adalah obat paling mujarab untuk mengusir semua keletihan.

4 Januari 2008

Catatan Perjalananku (bag. 1)

Seberkas catatan yang ingin kubagi pada teman-teman semua. Catatan perjalanan kecilku bersama suamiku tercinta di akhir tahun 2007. Sungguh tak ada maksud apa-apa. Hanya sekedar berbagi. Karena aku ingin menaruh memoriku dalam sebuah catatan kecil ini. Siapa tahu terdapat sedikit informasi dan makna yang bisa dipetik dari catatanku ini.

Minggu, 23 Desember 2007

Menjelang fajar, tepatnya pukul 5 dini hari. Aku dibangunkan oleh dering weker yang berada tepat di telingaku.

"Selamat Ulang Tahun sayang..." kemudian satu kecupan pun meluncur di keningku.

Suaranya membuatku tersenyum pagi itu. Akupun memeluknya sekuat tenaga dan seperti biasa ia selalu memberiku kehangatan dalam pelukannya. Kehangatan yang cukup besar untuk menahan dinginnya suhu udara pagi ini. Sebenarnya belum bisa dikatakan pagi, karena memang fajarpun belum terbit. Masih beberapa jam lagi sang surya muncul. Tapi kami harus bersiap-siap untuk berangkat ke Barcelona.

Yah..pagi ini kami berdua berencana untuk memulai perjalanan dari Enschede ke Barcelona. Segalanya telah kami persiapkan sebelumnya. Suamiku mengurus segala hal yang berhubungan dengan akomodasi dan transportasi Enschede-Barcelona-Enschede, sedangkan aku menyusun rencana liburan selama berada di Barcelona (sekalian dengan transportasinya). Semuanya telah dipersiapkan. Hanya saja kami harus berangkat pagi-pagi sekali untuk mengejar jadwal keberangkatan pesawat di Airport Weeze, Dusseldorf jam 12 siang. Untuk menuju ke Airport tersebut kami harus memakai kereta dari Enschede ke Nijmegen, dan dilanjutkan dengan taxi (mini bus) dari Nijmegen ka Dusseldorf.

Kereta kami dari Enschede berangkat pukul 07.20. Tentunya kami harus sampai di central station sebelum pukul 07.20. Tapi masalahnya, bis paling pagi dari rumah kami ke Central Station hari minggu ini, berangkat pukul 09.00. Jadi mau tidak mau aku dan suamiku memutuskan untuk berjalan kaki dari rumah ke central station pagi itu. Kamipun berangkat dari rumah jam 6 pagi. Sebagai gambaran saja, hanya 10 menit naik bus dari rumah kami ke central station Hmm..lumayan dengan dinginnya suhu udara pagi itu, ditambah lagi salju yang mencair membuatku harus berhati-hati untuk berjalan. Barang bawaan kami tidak terlalu banyak. Aku membawa tas ranselku. Suamiku membawa satu tas ransel dan satu buah tas travelling yang kuperkirakan beratnya hanya 7 kg saja. Tapi dengan kondisi pagi itu yang gerimis dan salju yang mencair membuatku sulit untuk berjalan.

Kami tiba di central station kira-kira pukul 06.30. Setibanya kami disana central station pun belum buka. Beberapa calon penumpangpun menunggu di luar station. Pukul 7 tepat, station dibuka. Kamipun langsung membeli tiket. Tiket dari Enschede-Nijmegen hanya 10.6 euro per orang. Kereta yang kami naiki bukanlah kereta langsung. Maklum karena Enschede adalah kota kecil, jadi kami harus turun di Deventer dulu untuk mengambil intercity trein menuju ke Nijmegen.

Kamipun langsung naik di kereta ke Deventer. Aku dan suamiku tak lupa menunaikan shalat subuh di kereta. Setibanya di Deventer, akupun kaget. Deventer lebih membeku daripada Enschede. Aku tidak bisa merasakan jari jemariku sendiri. Selama berada di kerete dari Deventer ke Enschede, kami melalui beberapa kota yang saljunya benar-benar tebal. Arnhem adalah kota dengan salju paling tebal. Semuanya putih. It's gonna be a really white christmast. Oya..selama di kereta, aku dan suamiku asik melihat tingkah si kembar yang duduk di samping kami berdua. Sepasang anak kembar yang cantik dengan pakaian yang serba sama sedang asik menggambar dan mewarnai disamping tempat duduk kami. Ingatanku pun melayang ke masa kecilku dulu bersama kembaranku. Dengan baju yang sama, rambut yang sama serta dandanan yang sama. Akupun tersenyum bahagia melihat mereka berdua