Di suatu pagi yang cerah, beberapa anak-anak yang lucu,imut sekaligus menggemaskan sedang mendengar keterangan dari ibu guru yang baru pertama kali mengajar di kelas itu.
"Assalamualaikum anak-anak...." sapa ibu guru dengan semangat pagi itu.
"Waalaikumsalam buu..." sahut anak-anak tersebut dengan kompak
"Siapa yang mau menggambar pagi ini?"
"Ibu punya kertas, pensil, pensil warna dan crayon".
"Warnanya macam-macam, ada kuning, hijau, merah, biru."
"Hayooo...siapa yang mau menggambar?"
Melihat perlengkapan gambar yang dibawa ibu guru pagi itu, seorang anakpun tertarik dan memberanikan diri untuk mengangkat tangannya.
"Saya bu.. saya mau menggambar"
Ibu gurupun memberinya kertas dan beberapa pensil warna.
Melihat salah seorang temannya yang sedang asik memilih perlengkapan gambar, anak-anak lainpun juga tertarik untuk ikut menggambar.
"Saya juga bu.." sahut anak lainnya
"Saya juga.. tapi mau pakai crayon, nggak mau pakai pensil"
Ibu gurupun kemudian membagi semua peralatan gambar pada seluruh anak di kelas itu.
Kemudian seorang anakpun mengangkat tangannya menandakan ingin bertanya.
"Bu..kalau daun warnanya apa bu?" tanya anak itu
"Kalau daun warna hijau" jawab ibu guru.
"Kenapa daun harus warna hijau bu?, Kenapa bukan warna biru?" tanya anak itu dengan heran.
"Ya..karena daun warnanya hijau" jawab ibu guru
"Kenapa?" tanya anak itu lagi dengan penasaran
Ibu gurupun mulai memutar otaknya dan mengingat pelajaran IPA zaman SD dulu. Dengan sedikit ragu ibupun menjawab:
"Karena daun punya zat yang dinamakan klorofil. Nah..klorofil itu yang membuat daun menjadi hijau."
"Ooo..jadi klorofil itu warnannya hijau?" tanya anak itu lagi
"Iya" jawab ibu guru
Kemudian anak itu bertanya kembali.
"Kalau bunga warnanya apa?"
"Bunga warnanya macam-macam. Ada merah, kuning, ungu, pink dan masih banyak lagi"
"Kenapa bunga warnanya banyak bu?"
"Kenapa bunga nggak warna hijau? Kenapa harus daun yang warna hijau?"
Ibu gurupun mulai berpikir kembali. Dan sesaat kemudian menjawab
"Warna bunga macam-macam untuk menarik serangga agar serangga hinggap di bunga yang cantik. Dengan cara itu bunga bisa berkembang biak"
"Untuk apa serangga disana? Ngapain serangga disana? Bunganya nggak geli dihinggapi serangga?"
"Nggak..bunganya senang.. karena serangganya baik." jawab bu guru sambil mengingat-ingat proses reproduksi bunga lewat serbuk sari dan serangganya.
"Serangga itu membantu bunga untuk berkembangbiak sayang." jawab ibu guru dengan sedikit kewalahan.
Kemudian ibu itupun melanjutkan penjelasannya tentang bagaimana cara bunga berkembang biak. Dan tentunya penjelasan itu diikuti oleh sederetan pertanyaan dari anak itu.
Setelah menjelaskan dengan panjang lebar, bu guru itupun tersadar bahwa ternyata jobdesc menjadi guru TK tidak sesimple yang ia bayangkan.
Ini juga terjadi padaku beberapa hari yang lalu pada saat aku mengunjungi rumah seorang teman yang telah mempunyai seorang anak cantik berusia kurang lebih 5 tahun. Namanya Renata, ia anak yang sangat cerdas. Walaupun ia tidak lahir di negeri ini, tapi bahasa Belandanya lancar sekali.
Seperti biasa ia selalu senang menyambut kedatanganku. Ia langsung pamer buku yang dipinjamnya tiap Rabu di Bibliotheek.
"Tante Meli... Kijk.." sambil memperlihatkan bukunya
"Ohh..ini buku yang dipinjem kemaren yah?"
"Mooi ya bukunya" jawabku campur-campur.
"Kemaren?" dengan heran ia bertanya
"Ohh..bukan kemaren, maksud tante meli minggu lalu."
"Minggu lalu?" tanyanya lagi heran
Waduh..salah lagi pikirku.
"Hmmm..bukan minggu lalu, tapi rabu lalu." jawabku dalam bahasa
Dia masih diam... dan wajahnya seperti masih berpikir.
"vorige woensdag" jawabku cepat
Dan ia langsung menganggukkan kepalanya.
"Piuhhh..." ternyata harus hati-hati ngobrol ama anak ini ya.
Beberapa saat kemudian, ia bertanya pada mamanya yang sedang asik memasaka di dapur.
"Ma.. apa beda kemaren dan waktu itu?"
Mendengar hal itu aku langsung kaget dan sadar kalau ternyata anak-anak ini sangat cerdas. Kita sebagai orang dewasa benar-benar harus hati-hati dalam berkomunikais dengan mereka.
Sesampainya di rumah aku ceritakan tentang pertanyaan renata dan pertayaan tentang anak yang sedang menggambar itu pada suamiku. Dan suamiku hanya menjawab.
"Yah..memang kita kadang-kadang terlalu disibukkan dengan hal yang complicated. Tak jarang hal-hal yang simple dan sering terjadi di alam setiap hari kita lupakan dan kita anggap itu biasa."
Dan kemudian suamiku bertanya padaku dengan sedikti meledek.
"Ibu guru...kenapa ikan bisa hidup di air? Kenapa kita tidak bisa hidup di air? "
Akupun menjawab "Karena ikan punya insang?"
"Apa itu insang ibu guru? Memangnya ikan tidak butuh oksigen seperti kita? Gimana caranya ikan bernafas dengn insang?"
Gubrakk...akupun tak bisa menjawabnya..
Gimana kalau punya anak nanti ya? Kayanya harus banyak baca ensiklopedi nih ;p