19 Desember 2007

Idul Adha

Ada yang beda dengan Idul Adha kali ini. Aku dan suamiku nggak ikutan shalat Idul Adha. Waduhh..maafkan aku Tuhan. Soalnya bangunnya telaaatttt... Biasanya kita berdua bangun jam 8 juga sih..(aduh aku malu, ketauan bangun telat mulu). Apalagi sekarang udah mau masuk winter, jam 8 pagi kaya jam 5 subuh di indo. Waktu kebangun jam wekerku udah menunjukkan pukul 8 lewat 5. Sedangkan mesjid lumayan jauh dari tempatku. Waduhh..gimana nih. Panik..Panik... Langsung aku bangunin si Uda. Dan Uda bilang nggak bakal kekejar. Langsung deh molor lagi. Hiks..Hiks.. Aku sedih melewatkan kesempatan shalat berjemaah bersama. Mudah-mudahan tahun depan lebih hati-hati lagi. Maafkan Aku Tuhan

18 Desember 2007

Speculaas

Speculaas.... Speculaas... Pertama kali ngeliatnya di Plus Supermarket, tempat aku belanja mingguan. Pengen nyoba aja awalnya. Dari gambar di kemasannya kayanya enak banget untuk temen minum teh. Ternyata setelah dimakan di rumah, hmm...yummy..emang enak banget. Beda ama biscuit biasa yang sering aku makan. Biasanya aku makan biscuit manis yang terbuat dari coklat dan keju. Sedangkan speculaas rasanya tidak manis dan lebih crunchy. Rasanya seperti campuran rempah-rempah. Makan speculaas bisa bikin ketagihan dan nggak mau berhenti. Setelah ditilik-tilik ternyata bumbu racikan speculaas terbuat dari campuran pepper, cinnamon, ginger, cloves dan cardamom. Hmmm...pantesan aja rempahnya kerasa banget.

11 Desember 2007

To My dear friend Ana

Yesterday, my dear friend Ana Moori came to my place for saying goodbye because she's going back to Sao Paolo for christmast and getting her permanent visa. As a christmast presents, I gave her a recipes book of Jamie Oliver. She really liked it.

"Its really cool. So now, there's no excuses for me to cook bad" she said

And she also gave me a recipes book of Dutch Cuisine as a christmast presents. It was really kind of her ;)) I was happy to have that book. So i can follow the recipes everytime I've no idea to cook. And the important thing is the recipes of Dutch Cuisine are really simple and easy to cook, so I dont have to spend a lot of time for cooking. I think that book will help me a lot. Thanks for everything Ana ;))

I hope you'll have a nice christmast and you will get your permanent visa as soon as possible so you'll be here in January. So, we can go to the follow up course together. I'm gonna miss you my lovely friend ;)

10 Desember 2007

Cerdasnya Anak-Anak

Di suatu pagi yang cerah, beberapa anak-anak yang lucu,imut sekaligus menggemaskan sedang mendengar keterangan dari ibu guru yang baru pertama kali mengajar di kelas itu.

"Assalamualaikum anak-anak...." sapa ibu guru dengan semangat pagi itu.

"Waalaikumsalam buu..." sahut anak-anak tersebut dengan kompak

"Siapa yang mau menggambar pagi ini?"

"Ibu punya kertas, pensil, pensil warna dan crayon".

"Warnanya macam-macam, ada kuning, hijau, merah, biru."

"Hayooo...siapa yang mau menggambar?"

Melihat perlengkapan gambar yang dibawa ibu guru pagi itu, seorang anakpun tertarik dan memberanikan diri untuk mengangkat tangannya.

"Saya bu.. saya mau menggambar"

Ibu gurupun memberinya kertas dan beberapa pensil warna.

Melihat salah seorang temannya yang sedang asik memilih perlengkapan gambar, anak-anak lainpun juga tertarik untuk ikut menggambar.

"Saya juga bu.." sahut anak lainnya

"Saya juga.. tapi mau pakai crayon, nggak mau pakai pensil"

Ibu gurupun kemudian membagi semua peralatan gambar pada seluruh anak di kelas itu.

Kemudian seorang anakpun mengangkat tangannya menandakan ingin bertanya.


"Bu..kalau daun warnanya apa bu?" tanya anak itu

"Kalau daun warna hijau" jawab ibu guru.

"Kenapa daun harus warna hijau bu?, Kenapa bukan warna biru?" tanya anak itu dengan heran.

"Ya..karena daun warnanya hijau" jawab ibu guru

"Kenapa?" tanya anak itu lagi dengan penasaran

Ibu gurupun mulai memutar otaknya dan mengingat pelajaran IPA zaman SD dulu. Dengan sedikit ragu ibupun menjawab:

"Karena daun punya zat yang dinamakan klorofil. Nah..klorofil itu yang membuat daun menjadi hijau."

"Ooo..jadi klorofil itu warnannya hijau?" tanya anak itu lagi

"Iya" jawab ibu guru

Kemudian anak itu bertanya kembali.

"Kalau bunga warnanya apa?"

"Bunga warnanya macam-macam. Ada merah, kuning, ungu, pink dan masih banyak lagi"

"Kenapa bunga warnanya banyak bu?"

"Kenapa bunga nggak warna hijau? Kenapa harus daun yang warna hijau?"

Ibu gurupun mulai berpikir kembali. Dan sesaat kemudian menjawab

"Warna bunga macam-macam untuk menarik serangga agar serangga hinggap di bunga yang cantik. Dengan cara itu bunga bisa berkembang biak"

"Untuk apa serangga disana? Ngapain serangga disana? Bunganya nggak geli dihinggapi serangga?"

"Nggak..bunganya senang.. karena serangganya baik." jawab bu guru sambil mengingat-ingat proses reproduksi bunga lewat serbuk sari dan serangganya.

"Serangga itu membantu bunga untuk berkembangbiak sayang." jawab ibu guru dengan sedikit kewalahan.

Kemudian ibu itupun melanjutkan penjelasannya tentang bagaimana cara bunga berkembang biak. Dan tentunya penjelasan itu diikuti oleh sederetan pertanyaan dari anak itu.

Setelah menjelaskan dengan panjang lebar, bu guru itupun tersadar bahwa ternyata jobdesc menjadi guru TK tidak sesimple yang ia bayangkan.

Ini juga terjadi padaku beberapa hari yang lalu pada saat aku mengunjungi rumah seorang teman yang telah mempunyai seorang anak cantik berusia kurang lebih 5 tahun. Namanya Renata, ia anak yang sangat cerdas. Walaupun ia tidak lahir di negeri ini, tapi bahasa Belandanya lancar sekali.

Seperti biasa ia selalu senang menyambut kedatanganku. Ia langsung pamer buku yang dipinjamnya tiap Rabu di Bibliotheek.

"Tante Meli... Kijk.." sambil memperlihatkan bukunya

"Ohh..ini buku yang dipinjem kemaren yah?"

"Mooi ya bukunya" jawabku campur-campur.

"Kemaren?" dengan heran ia bertanya

"Ohh..bukan kemaren, maksud tante meli minggu lalu."

"Minggu lalu?" tanyanya lagi heran

Waduh..salah lagi pikirku.

"Hmmm..bukan minggu lalu, tapi rabu lalu." jawabku dalam bahasa

Dia masih diam... dan wajahnya seperti masih berpikir.

"vorige woensdag" jawabku cepat

Dan ia langsung menganggukkan kepalanya.

"Piuhhh..." ternyata harus hati-hati ngobrol ama anak ini ya.

Beberapa saat kemudian, ia bertanya pada mamanya yang sedang asik memasaka di dapur.

"Ma.. apa beda kemaren dan waktu itu?"

Mendengar hal itu aku langsung kaget dan sadar kalau ternyata anak-anak ini sangat cerdas. Kita sebagai orang dewasa benar-benar harus hati-hati dalam berkomunikais dengan mereka.

Sesampainya di rumah aku ceritakan tentang pertanyaan renata dan pertayaan tentang anak yang sedang menggambar itu pada suamiku. Dan suamiku hanya menjawab.

"Yah..memang kita kadang-kadang terlalu disibukkan dengan hal yang complicated. Tak jarang hal-hal yang simple dan sering terjadi di alam setiap hari kita lupakan dan kita anggap itu biasa."

Dan kemudian suamiku bertanya padaku dengan sedikti meledek.

"Ibu guru...kenapa ikan bisa hidup di air? Kenapa kita tidak bisa hidup di air? "

Akupun menjawab "Karena ikan punya insang?"

"Apa itu insang ibu guru? Memangnya ikan tidak butuh oksigen seperti kita? Gimana caranya ikan bernafas dengn insang?"

Gubrakk...akupun tak bisa menjawabnya..

Gimana kalau punya anak nanti ya? Kayanya harus banyak baca ensiklopedi nih ;p

22 November 2007

Dont be such a mean girl

Tonight, I watched a teenage movie " Mean Girls", starring Lindsay Lohan. Actually, I dont really like teen movie, but I can watch all the genre (include this kind of film).

This movie was about a new life of a beautiful young lady named Cady at her new school. She is beautiful, smart and has a good personality. She was raised in the jungle of Africa because her parents got a job there as a researcher(i think). So, the only way for her to get education was home schooling. So, she never went to the public school until her parents decided to go back to US. In US, she goes to a high school. As a new student, she's been really famous because her good personality. The other student call her an African girl.

And there (at school), they have like some popular girls who usually be nominated for a prom queen. They call them Plastic Girl. All the plastic gilrs doing are just having a lot of make up, keeping the body slim, talking each other behind their back, trying to be more popular, and the other stupid things. And they also have their own rules which are really stupid. For some reasons, Cady tried to hang out with these popular girls and also tried to be a part of them. It was because she got crush on one of a boy friend of plastic girls. So, she turns to be a real plastic girl. She becomes the most famous girl at her school but in a bad way.

So.. Is this a real describe for a lifeschool (especially high school) in US???? If the answer is yes, I think there would be so many desperate students there who actually have a good potential but they just dont realize it. All they know are just having a lot of make up, wearing a fancy clothes, having sex, having fun, trying to get popular, etc.

So, do they have time to concern about their lessons and their future instead of being a popular at school?

O my god.. I've just wondering, why every teenage girl trying to be popular at school???

Why every teenage girl wants to be a cheerleader like this is the most important things of their life? There are the other activities and subjects beside cheering. To be a cheerleader doesnt mean that you'll be famous or popular.

Why they're not confidence with all they have?

Dont be sad because you're not one of the popular girl in school. Popular means nothing. Its just for a temporary. Just do what you want to do. Dont be so ridicolous to follow all the fake rules that they have at school. You..yourself.. actually know what you're gonna do. As long as you're serious, you will be success in your future. And who cares about the popularity at high school.

Every single person must be good at something. So..dont waste your time to be a popular. Its ridicolous... Every field or subject is good as long as you wanna be serious at it.

Trying to get some sleep

Its 11 o'clock before midnight.. And I've been trying to get some sleep, but I can't. My eyes still open, my mind full of many thoughts So, i think its better for me to write this blog for a while. Maybe its a good way to make me sleepy ( I hope it works). But what I am gonna write.. I dont have anything to talk about. Oh.. this is ridicolous

Oya, I have an idea

This is the conversation with each lady that I barely know at the koffie morgen.

Stranger : Are you a student?

Me : No, I am a student wive

Stranger : But you look so young

Me: Yeah.. I am still 24 (with a big smile)

Stranger : Oh..no wonder

Everybody who barely knows me at the koffie morgen always ask this kind of question. And the conversation usually goes to :

Stranger : So, you're husband is a student here

Me : Yah, he is a Phd student at the university

Stranger : When did you arrive?

Me : In July

Stranger : So, how long will you be here?

Me : Maybe, untill 2009

Stranger : Do you have a child?

Me : No

Stranger : So, what are you gonna do here?

Me : Actually, I dont know what I'm gonna do here. All I know I can take a dutch course for learning dutch

Stranger : Why dont you apply for a master or diploma course here

Me : Ya, I think I'll consider about that

Stranger : Yah, I applied for the diploma here. The subject is bla..bla..bla.. If you need any information just search on www.......nl and bla..bla..bla..

Me : Okay

And as I arrived at home, I browsed some information on the website that she gave me. And I read about the course. They are all about geo science, geo informatics something, geohazards and the other geo's . And I ask my self " what on earth is this? I've never heard such these words. I even dont know what it means. Oh my godness.. This is me or the subject that makes me turn down again.

In fact, I am not really interested with this subject. So, do I have to apply ??????

Hmmm... big dilemma huh?

PS: Dont take it seriously, I just need a help for sleep

18 November 2007

Hubby yg lucu


Namanya Arie.. Orangnya lucu sekali... Sudah 1 tahun 2 bulan aku menikah dengannya, tepatnya pada tanggal 1 September 2006. Kami berdua menikah di kediaman orang tua ku di Padang. Sebelumnya aku telah mengenalnya kurang lebih 5 tahun. Kami berhubungan selama itu hanya lewat telfon atau sms. Ia sedang menjalani studinya nun jauh di Enschede, Netherland. Sedangkan aku menyelesaikan studiku juga di Bandung. Kalau di ingat-ingat lucu juga. Dulu hampir setiap subuh aku terbangun karena deringan telfon dariNya. Ia tak bosan-bosan menelfonku hampir tiap subuh selama kurang lebih 1 jam. Saking lamanya ia menelefon, malah aku sempat tertidur di saat ia sedang menelfonku

Semenjak aku menikah dengannya, aku baru merasakan ia adalah suami yg lucu. Mungkin karena kami berpisah sangat lama, maka sekarang ia tidak pernah mau jauh-jauh dari keberadaanku. Maklumlah walaupun sudah 1 tahun lebih kami menikah, baru 4 bulan ini kami hidup bersama. Jadi ia benar-benar ingin selalu dekat denganku.

Contohnya saja kemarin. Suamiku itu sibuk mempersiapkan presentasi yang akan dilakukannya Rabu depan. Karena itu, hari minggu yang biasanya digunakan untuk istirahat, kemaren digunakannya untuk bekerja sepanjang hari. Sedangkan aku seperti biasa menghabiskan hari minggu ini untuk bersih-bersih rumah dan mencuci pakaian. Sejak pagi hari, ia mulai duduk di depan komputernya. Ia sengaja membuat koneksi komputer kantornya dengan komputer rumah. Agar di rumah ia juga bisa bekerja dengan komputer kantornya itu. Sebagai istri yang baik awalnya aku menemaninya sebentar di ruang kerja sambil iseng browsing nggak penting di internet. Aku menggunakan komputer yang lain untuk browsing(agar nggak mengganggu dia). Tapi karena hari minggu, otomatis otakku langsung berisi dengan segudang pekerjaan rumah tangga. Jadinya aku harus meninggalkannya untuk melanjutkan kegiatan cuci mencuci serta besih-bersih rumah. Setiap kali aku bergerak untuk beranjak dari kursi, selalu terjadi percakapan seperti ini :

Hubby : Kemana? Jangan pergi...disini aja.. (dengan muka memelas)

Aku: Iyah..sebentar..Nyuci dulu yah

Hubby: Ooo..ya.. Nanti kesini lagi yaa..

Aku: Iyah...

Kemudian setelah semua selesai, aku kembali ke ruangan kerja dan duduk disampingnya. Kemudian baca2 berita di internet. Tak lama kemudian, aku harus menyiapkan makan siang untuknya. Dan aku beranjak lagi dari kursi. Terjadilah lagi percakapan tadi.

Hubby: Kemana? Disini aja?

Aku: Mo nyiapin makan siang

Hubby: Oya..(sambil memelukku kuat-kuat)

Aku: membalas pelukannya

Uda..uda.. begitulah udaku yg lucu. Yang selalu tidak bisa berpisah lama-lama dariku.Yang selalu mau melakukan apapun berdua denganku. Yang selalu ingin share denganku.

Pernah suatu kali aku berniat untuk tidak makan malam(ceritanya pengen diet.. karena beratku sudah bertambah 3 kilo semenjak disini). Aku bilang ke suamiku

Aku: Da..meli ga makan malam yah

Hubby: Kenapa?

Aku: Iyah..abisnya udah gendut

Hubby: Kalo gitu uda juga nggak makan

Aku: Lho...kenapa?

Hubby: Abisnya..nggak enak makan sendiri. Makanannya enak..Masa' uda makan enak sementara meli nggak makan. Nggak mau ...

Aku: Duuuhhh..uda... Iya deh..meli temenin makan. (hmm...gagal deh rencana buat diet)

PS : Padahal kalo makan, aku lebih banyak dari dia

Hehehehe

Begitulah sekelumit kisah hubbyku yg lucu..

15 November 2007

Keuken Les

Akhirnya..kemaren jadi juga ngajarin my beautiful Brazilian friend " Ana Moori" masak makanan Indonesia. Awalnya susah banget ngatur schedule ama dia. Maklumlah karena kita bukan tinggal di satu kota. Aku tinggal di Enschede, dia tinggal di Grunau. Memang deket sih dr Grunau ke Enschede, cuma 15 menit kalo driving. Tapi krn dia banyak kelas, jadinya rada susah ngatur jadwalnya. Akhirnya aku memutuskan utk bikin risoles ajah ;p Soalnya bahan2nya udah ada di dapur, dr pada belanja lagi mendingan pake bahan yg ada aja pikirku.

Sebenernya it was my second times to make a risoles. Pertama kali bikinnya, aku gagal bikin kulitnya. Enak sih enak... tapi kayanya kebanyakan susu deh, jadi terlalu cair utk dijadikan kulit. Jadi jg sih..dan kata hubby enak, tapi aku pengen bisa bikin risoles yang bentuknya rapi. Lipatan kulitnya itu benar2 rapi seperti yg sering dijual di pasar2 indonesia. Dengan mengumpulkan semangat dan percaya diri, akhirnya kemarin jadi juga aku masak risoles dengan Ana temenku tercinta di woning kami.

Untuk isinya aku cuma pakai kentang, wortel dan ayam (yg telah dicincang). Ternyata dia suka. Dia bilang kalo dia lebih suka banyak vegetable dr pd beef. Soalnya dia dulu pernah jadi vegetarian gitu. Pantesan aja badannya langsing dan kulitnya mulus bgt

Untung aja aku nggak kasih daging giling untuk isinya. Awalnya sih pengen ganti ayam ama daging giling gitu

Dan pada saat proses membikin kulitnya, dia sangat menikmati sekali Katanya seperti bikin pancake. Hehehe..

Dan setelah selesai risolesnya, ternyata kurus2 si Ana ini makannya banyak jg..

Aku cuma makan satu, tapi dia makan tiga. Huhuhu. Alhamdulillah dia suka

Katanya.. "for me its not just a snack, its a real meal ;)". So, we were having lunch together with risoles yesterday. Dan utk balasannya, dia mo ngajarin aku bikin either banana pie or apple pie Yuhuuu.... Thank you my dear friend "Ana"

8 November 2007

Going to the cheese farm

This morning, I went to a cheese farm together with ING group at ITC. There were almost 30 persons going to the farm. So, it was really excited for me although I couldn't remember their name one by one, I really had a great time with them.

We went by six cars (i suppose). Me and ana (my classmate) took inneke's car. As we arrived at the farm, inneke parked her car in front of the barnyard so as we got out the car, we could smell the cows (smells bad of course). Then we went to the store where they sell cheese, to meet the person who would explain how to make a cheese. Her name is Marlene.

Marlene was really good in explaining the process. She started to explain with bringing us to the place where they put the cows. It was really big. Every cows got their own space and had a necklace. There are numbers in each necklace to distinguish one cow from another. The numbers are really important when the cows get pregnant or not feeling well. Because they have to be separated from the other healthy cows.

And then, Marlene explained about the milk. I thougt they dont use any machine or robot to get milk from the cows, I thought they do only by their hands like in Indonesia . But....no...not all, they do all the milk by a gigantic machine. And its really expensive, Marlene said it costs 100.000 dollars. Wow...its amazing

Normally, each cows do the milk three times a day. So, because the farm has like hundred cows then the machine is always used all day. I was really amazed to the machine. It was really gigantic so a cow could fit into the machine and then the machine started to get the milk from the breast (sorry..i couldnt find any appropriate words for this). And after the breast feeding, the milk went to a big glass which is still a part of the machine.

After that they brought the milk into the "Bezichtigings Ruimte". It was like the room for making the milk solid. First, they make the milk solid ( I dont know how to make it solid, I missed this). If I am not in mistaken, they gave a certain bacteria before so the milk become more soild. And then they separate the liquid and the solid. They press the solid and then they cut to make it smaller and they put in a round bowl. And they press again to make it more solid and they put name on this. Normally, they do this process ten times a week. But because its close to christmast, they do this process as many as possible.

After that, they store the round solid mik in another gigantic place again. And they wait till ten monts to get an old cheese ;)

6 November 2007

This is gonna be my first winter

Hari ini mendung banget.. Hujan terus.. Rencana untuk pergi ke zwembad terpaksa di cancel lagi. Cuaca seperti ini, enaknya di rumah. Menyantap teh hangat dan cookies. Melangkahkan kaki keluar aja, malesnya minta ampun. Gimana nanti kalo beneran winter ya?

Dedaunan yang memerah dan menguning kini telah gugur satu persatu dari dahannya. Pohon-pohon di depan apartemenku saja sudah gundul.

Teman-temanku bilang, sepertinya winter kali ini bakal lebih dingin dari winter sebelumnya. Huaaaaa Thi is gonna be my first winter. Ada rasa excited juga sih, tapi kok semakin hari semakin dingin yah.. Terpaksa stok sweater diperbanyak. Aku harus membeli sweater lagi nih. Ternyata sweater yang kubawa dari indo tidak cukup Maklum, waktu itu masih summer. Jadi aku tidak terlalu banyak membawa sweater dari indo. Cuma 1 sweater yang cukup tebel untuk di rumah dam 1 sweater untuk bepergian. Nah, kemaren... sewaktu sweater itu dicuci, di rumah aku kedinginan terus. Terpaksa sweater hubby yang gede itu aku pake tiap hari. Jadinya si hubby yang kasian. Kamis ini, rencananya mo beli sweater di centrum. Mumpung koop zondag, jadi aku harus memanfaatkannya

Doakan saja winter kali ini tidak terlalu dingin yah.. Darahku masih darah tropis nih. Kulitku makin hari makin mengering. Bahkan tidak jarang gatal dan menjadi luka. Aku yang dulunya tak pernah memakai body lotion, sekarang jadi rajin mengoleskan nivea ke kaki dan tanganku. Kulit wajahku juga mengering. Baru pertama kalinya wajahku kering. Aku sampai tak percaya. Kulitku yang selalu berminyak ini, kini menjadi kering. Ternyata kulit kering nggak enak juga yah. Dulunya aku selalu iri dengan orang yang mempunyai kulit kering di wajahnya, karena mereka tidak pernah merasakan "jerawat" yang selalu saja muncul di wajahku. Tapi ternyata setelah aku rasakan, mempunyai kulit kering juga tidak enak. Jadi, bersyukurlah

Sepi

Sepi...

Rasa itu menghampiriku lagi

Tiada kata tiada lisan

Hanya suara mereka yang menemaniku pagi ini

Gagak yang selalu mengeluarkan

bunyi "kwaaak...kwaak.."

seakan marah pada cuaca yang semakin dingin

Detak detik jarum jam

yang tak henti-henti

seolah tak peduli

akan rasaku saat ini

Rasa dimana waktu tidak berarti lagi bagiku

Lantas... apa arti hidup

jika waktu sudah tak berarti lagi

Enschede, 071107

PS: Lagi akut nih

1 November 2007

Renungan Sejenak

Membaca blognya Mas Adit yang diposting satu tahun yang lalu(http://suamigila.com/2006/08/satu-tahun-perubahan.html), ternyata membuatku merenung beberapa saat. Adakah yang berubah dariku sebagai orang Indonesia selama satu tahun terakhir? Jawabannya 'ya'.

Dulunya aku hanya bisa complain tentang orang-orang yang duduk di kursi pemerintahan. Aku selalu tidak tahan melihat para pemimpin yang hanya memikirkan diri mereka sendiri dan kepentingan golongannya saja. Aku hanya bisa protes tanpa ada tindakan dan solusi apa-apa. Malah parahnya, aku sempat berpikir Indonesia ga bakal bisa berubah. Pasti gitu2 aja, tetep kacau, tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi, sistem transportasi yang parah banget sehingga macet dimana-mana, sistem birokrasi yang selalu dipersulit, dsb.

Tapi, kalo orang-orang di Indonesia kerjanya hanya complain sepertiku, ya kapan Indonesia bisa berubah ke arah yang lebih baik? Kapan orang Indonesia bisa menikmati fasilitas transportasi dan publik lainnya dengan manusiawi? Kapan Indonesia bisa punya subway seperti yang telah ada di negara Asean lainnya? Kapan orang Indonesia tidak berdesak-desakan lagi naik metro mini atau naik busway untuk pergi ke tempat mereka bekerja setiap harinya? Kapan orang Indonesia bisa dengan tenangnya menikmati perjalanan dari kantor ke rumah tanpa disertai kemacetan selama 3-4 jam? Kapan orang Indonesia bisa sadar untuk membayar pajak dengan teratur? (padahal pajak di Indonesia sangat murah dibanding negara2 lainnya). Kapan orang Indonesia bisa dengan sadar memakai energi dengan hemat? Menyalakan lampu dan listrik lainnya dengan hemat? Bukannya menyalakan seluruh lampu yang ada di setiap ruangan di rumah setiap malam? Padahal ruangan yang digunakan cuma kamar tidur saja pada malam hari? Kapan kita bisa sadar akan semua itu? Yang disalahkan selalu pemerintah (bukannya membela pemerintah lho). Tapi aku sebagai orang Indonesia merasa dulunya sangat dimanjakan dengan berbagai macam kemurahan. Murah membayar listrik dan air tiap bulannya, sehingga kita tidak sadar memakai listrik dan air dengan berlimpah. Murah membayar bahan bakar mobil dan murahnya pajak mobil, sehingga keluargaku saja memiliki 3 mobil. Kenapa? Kenapa semua orang di indo pengen punya rumah yang gede seperti istana? Padahal yang menghuni cuma 2 -3 orang. Rumahnya segede bagong. Kenapa? Karena kita terlalu manja. Karena kita tidak sadar bagaimana susahnya membayar pajak setiap bulan. Kita tidak sadar mahalnya energi. Kita tidak sadar mahalnya tanah di Indo.

Sesampainya disini, aku baru merasakan. Semuanya disini mahal bo.. Pajak = 40% dari total penghasilan setiap bulannya. Pajak mobil, hmmm.... tergantung berat mobilnya. Makanya nggak heran disini mobilnya kecil-kecil kaya liliput. Rumah... Kecil2 kaya liliput. Tapi aku senang, karena disini setiap orang memiliki suatu barang sesuai kebutuhan mereka. Mempunyai mobil kalau perlu aja. Kalo nggak perlu kan bisa pake sepeda. Pertimbangan untuk beli mobil banyak bo... Selain harga dan pajaknya mahal, untuk dapetin SIM disini juga mahal. Hehehehe... Jadi semuanya menjadi tidak mubazir. Itulah yang aku suka hidup di tempat ini.

Pertanyaannya: Apakah nanti kalo aku balik ke indo, aku juga bisa menerapkan hal spt itu? Aku yakin pasti tidak bisa berubah 100%. Mengingat situasi yang ada di Indonesia sangat berbeda dengan disini, baik dari iklim, sistem, dan orang-orangnya. Tapi tidak ada salahnya mulai dari diri sendiri. Hemat energi, bayar pajak, nggak usah bangun rumah gede2 kalo yg nguni cuma 2 org, nggak usah bikin villa kalo nggak pernah ditempatin, kasian hutannya udah pada gundul semua

Mudah2an aja meski peran sebagai ibu rumah tangga sangatlah kecil, tapi jika hal2 ini diterapkan di rumah sendiri, mudah2an aja anak2 kita nanti jadi terdidik tidak dengan foya2 dan kemubaziran.

Belajar dari Blog Orang Lain

Entah mengapa, hari ini hasratku untuk menulis susah untuk diredam. Ingin sekali menuangkan perasaanku ke dalam sebuah tulisan.

Akhir-akhir ini aku rajin mengintip dan membaca beberapa blog orang lain. Apakah itu normal? Hehehe...iseng aja. Habis asik sih. Mengintip kehidupan orang lain sejenak.

Blog yang sering aku kunjungi adalah blognya Mas Adhitya Mulya dan istrinya Ninit Yunita, selain itu blog yang aku suka banyak sekali, salah satu contohnya blog Uni Nining (Wayan Lessy). Entah kenapa, aku merasa ada yang bisa aku pelajari dari beberapa blog yang aku sebutkan tadi. Di Blog Mas Adit, aku bisa mempelajari bagaimana cara menulis fiksi yang baik dan benar. Mengingat Mas Adit mempublish " Tips untuk Menulis Fiksi" disana. Ternyata menulis di blog salah satu latihan yang cukup ampuh untuk menjadi penulis. Hehehehe... maklum ambisi menjadi penulis, belum kesampaian . Tips dari mas adit belum bisa aku lakukan seluruhnya. Ternyata sulit meredam rasa malas dan stuck yang berkepanjangan. Aku ingin sekali bisa menulis sebuah cerita, tapi entah mengapa, kadang semangat itu menjadi menurun dan aku sama sekali blank dan tidak bisa menulis apa. Terkadang untuk memilih kata saja aku susah. Bener sih, katanya kalo nulis, ya nulis aja dulu. Kalo edit, ntar setelah semua tulisan selesai. Tapi aku selalu melakukan dua hal itu dalam waktu yang bersamaan. Menulis dan mengedit dalam satu waktu. Walhasil, tulisannya nggak jadi-jadi. Maaf mas, ternyata susah untuk menjadi penulis profesional.

Sedangkan blognya Ninit Yunita menginspirasiku untuk melakukan berbagai macam kegiatan di rumah (selain pekerjaan rumah tentunya) dan juga memacuku untuk aktif menulis di rumah. Yaa...setidaknya di blog. Itu permulaan yang baik. Mudah-mudahan aku bisa menggunakan waktu senggangku sebaik mungkin. Meskipun waktuku banyak di rumah, tapi aku ingin tetap produktif (apa coba?) hehehe...maksudnya...Jangan bengong aja alias doing nothing.

Nah..kalo blognya uni nining menginspirasiku untuk berteman sebanyak mungkin, membawa kamera kemanapun aku pergi (Uni banget nih) dan tak lupa mendokumentasikan segala peristiwa yang terjadi dalam hidupku. Dan juga belajar bahasa disini. Hayo meli...semangat... Nederland Praten... not english again hahahaha

Untuk Mas Aditya, Mbak Ninit, Uni Nining dan masih banyak blogger lainnya, thanks atas sharing pengalamannya. Aku sangat menikmati dan menunggu tulisan-tulisan selanjutnya.